Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Open AI Cari Eksekutif Baru Buat Urus Risiko Kesehatan Mental

Mistar.idRabu, 31 Desember 2025 pukul 08.03 WIB
open_ai_cari_eksekutif_baru_buat_urus_risiko_kesehatan_mental

Open AI. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT, tengah membuka posisi eksekutif baru bernama Head of Preparedness. Jabatan ini ditujukan untuk mengkaji dan mengantisipasi berbagai risiko serius yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan buatan, mulai dari ancaman keamanan siber hingga dampaknya terhadap kesehatan mental.

Melalui unggahan di platform X, CEO OpenAI Sam Altman menyampaikan bahwa kemampuan model AI kini memasuki fase yang semakin kompleks. Menurutnya, teknologi tersebut mulai menghadapi tantangan penting, seperti potensi pengaruh terhadap kondisi psikologis manusia, serta kemampuan AI dalam bidang keamanan komputer yang bisa mengungkap celah-celah kritis pada sistem digital.

Nantinya, Head of Preparedness akan memegang peran strategis dalam upaya melindungi manusia dari risiko AI yang kian meningkat, termasuk bahaya di ranah kesehatan mental, keamanan siber, hingga potensi penyalahgunaan dalam pengembangan senjata biologis.

Calon yang terpilih juga diharapkan mampu memikirkan skenario ekstrem, termasuk kemungkinan AI mengembangkan kemampuannya sendiri. Kekhawatiran semacam ini telah lama disuarakan oleh sejumlah pakar yang menilai AI berpotensi berbalik menjadi ancaman bagi manusia.

Altman mengakui bahwa posisi tersebut tidak ringan. Ia menyebut pekerjaan ini akan sarat tekanan dan menuntut kesiapan untuk langsung berhadapan dengan persoalan-persoalan sulit, sebagaimana dikutip dari The Guardian, Rabu (31/12/2025).

Berdasarkan informasi lowongan di situs resmi OpenAI, posisi Head of Preparedness menawarkan gaji tahunan sebesar 555.000 dolar AS atau sekitar Rp9,3 miliar, di luar kompensasi saham, meski besaran saham yang diberikan tidak dirinci.

Eksekutif ini akan memimpin perumusan serta penerapan kerangka kesiapan OpenAI, yakni sistem yang dirancang untuk memantau dan mengantisipasi kemampuan AI tingkat lanjut yang berpotensi menimbulkan risiko baru dan bahaya serius.

OpenAI pertama kali mengumumkan pembentukan tim kesiapan pada 2023. Tim tersebut bertugas meneliti berbagai potensi ancaman AI, mulai dari praktik phishing canggih hingga risiko ekstrem seperti penyalahgunaan teknologi nuklir.

Kurang dari satu tahun setelah dibentuk, kepala tim kesiapan sebelumnya, Aleksander Madry, dipindahkan ke peran lain yang berfokus pada pengembangan penalaran AI. Posisi itu kemudian sempat dipegang oleh Quinonero Candela dan Lilian Weng. Namun, Candela berpindah ke divisi lain di OpenAI, sementara Weng memutuskan hengkang dari perusahaan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN