Monday, August 31, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Meta Bayar Uang Damai Rp321 triliun Atas Kasus Kecanduan Medsos Pada Remaja

Mistar.idSenin, 31 Agustus 2026 pukul 10.19 WIB
meta_bayar_uang_damai_rp321_triliun_atas_kasus_kecanduan_medsos_pada_remaja

Meta. (Foto: Reuters)

news_banner

California, MISTAR.ID – Meta membayar uang kesepakatan damai dalam sidang terkait kasus kecanduan media sosial pada remaja dengan nilai USD 18 miliar atau sekitar Rp321 triliun.

Gugatan tersebut diajukan koalisi puluhan negara bagian AS yang menyebutkan Meta telah membuat remaja pada platformnya.

Di dalam sidang, Meta memastikan pihaknya segera melakukan perubahan mendasar bagi pengguna di bawah usia 18 tahun.

Perubahan yang dimaksud, yaitu batas penggunaan hanya 2 jam sehari, menonaktifkan filter riasan ekstrem dan operasi plastik, memperketat verifikasi usia, serta menghadirkan mode malam.

Namun, Meta hanya akan membayar 70% dari nilai kesepakatan atau sekitar USD 12,7 miliar kepada negara-negara bagian selama 10 tahun. Sementara USD 5,3 miliar sisanya bersyarat, tergantung apakah pesaingnya, TikTok dan YouTube, menerapkan perubahan serupa pada aplikasi mereka.

Jaksa Agung California Rob Bonta, yang memimpin kasus bersama New Jersey, Colorado, dan Kentucky, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi peringatan bagi pihak lain di industry yang sama.

Di sisi lain, Meta, TikTok, YouTube, hingga Snap juga sedang menghadapi tuntutan hukum yang sama dengan Meta.

"Kami akan melanjutkan perjuangan kami di seluruh media sosial dengan mengajukan tuntutan hukum terhadap para pemain besar seperti TikTok, Snap, dan YouTube," kata Bonta, dikutip dari CNBC, Senin (31/8/2026).

Bonta menyetujui langkah Meta yang memasukkan platform lain dalam kesepakatan tersebut. "Itu sudah tepat. Ini adalah sesuatu yang membutuhkan solusi di seluruh industri," ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah California sedang menjalankan proses litigasi aktif terhadap TikTok.

"Kami sedang menggugat TikTok sekarang, jadi kami ingin memastikan bahwa mereka mengadopsi praktik dan komitmen yang sama dengan Meta. Kami juga mengincar Snap serta YouTube," ujar Bonta. (CNBC)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN