Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Krisis RAM Global Ancam Harga Smartphone Naik pada 2026

Mistar.idSenin, 22 Desember 2025 pukul 08.09 WIB
krisis_ram_global_ancam_harga_smartphone_naik_pada_2026

Ilustrasi smartphone. (Foto: Dok. Stiftung Warentest)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Prediksi kenaikan harga smartphone global pada 2026 kian menguat seiring krisis pasokan memori, khususnya RAM, yang dipicu lonjakan permintaan industri kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini berpotensi mendorong harga ponsel naik hingga sekitar Rp1 juta, terutama di segmen menengah ke bawah.

Sejumlah laporan lembaga riset internasional, seperti International Data Corporation (IDC) dan Counterpoint Research, menyebut krisis memori global dapat menyebabkan kenaikan harga smartphone hingga 70 dolar AS atau sekitar Rp1,1 juta mulai kuartal pertama 2026.

Kenaikan tersebut dipicu lonjakan harga DRAM yang diperkirakan naik 70-80 persen, bahkan berpotensi menembus 170 persen pada kondisi tertentu.

Krisis pasokan terjadi karena produsen memori besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi ke segmen data center AI yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi. Permintaan besar dari perusahaan teknologi global seperti Google, Meta, dan Nvidia terhadap GPU serta High Bandwidth Memory (HBM) membuat pasokan memori untuk perangkat konsumen semakin terbatas.

Menanggapi kondisi tersebut, Samsung Electronics Indonesia mengakui isu kenaikan harga komponen menjadi perhatian serius menjelang 2026. Hal itu disampaikan MX Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan.

“Kita masih melihat dari tahun depan akan seperti apa, khususnya terkait harga peripheral, memory, chipset, RAM, dan ROM. Yang pasti, kami akan fokus memberikan value terbaik buat konsumen,” ujar Ilham di Jakarta, seperti dikutip dari Detiknet, Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan, Samsung memahami tekanan biaya produksi akibat naiknya harga komponen, namun perusahaan tidak akan gegabah dalam menyesuaikan harga di pasar. Menurutnya, berbagai skenario strategi masih terus digodok.

“Komitmen kami adalah menjaga value produk di seluruh lini, mulai dari entry-level hingga flagship, dari A-series sampai Z Fold dan S-series,” katanya.

Alih-alih langsung menaikkan harga, Samsung disebut berupaya menyerap sebagian kenaikan biaya melalui efisiensi internal, optimalisasi rantai pasok, serta inovasi desain produk agar konsumen tidak terbebani lonjakan harga signifikan.

Tekanan pasokan memori diprediksi berdampak luas pada industri smartphone global. IDC memperkirakan pengiriman smartphone dunia bakal turun 2,1 persen pada 2026, sementara rata-rata harga jual atau Average Selling Price (ASP) justru naik sekitar 6,9 persen secara tahunan.

Biaya material atau Bill of Materials (BOM) ponsel kelas menengah hingga premium disebut dapat meningkat hingga 15 persen. Kondisi ini mendorong produsen melakukan penyesuaian, mulai dari pengurangan kapasitas RAM pada ponsel entry-level hingga kenaikan harga perangkat flagship generasi terbaru.

Meski demikian, Samsung menegaskan akan terus memantau perkembangan pasar dan tetap mengedepankan nilai terbaik bagi konsumen dalam menghadapi tantangan industri pada 2026 mendatang. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN