Sunday, October 11, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Hidup 194 Tahun Sejak Zaman Ratu Victoria, Ini Rahasia Umur Panjang Kura-kura Jonathan

Mistar.idSenin, 12 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB
hidup_194_tahun_sejak_zaman_ratu_victoria_ini_rahasia_umur_panjang_kurakura_jonathan_

Kura-kura Jonathan. (Foto: indonesianews.tv)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (12/10/2026) — Seekor kura-kura raksasa bernama Jonathan mencuri perhatian dunia setelah diketahui hidup hampir dua abad. Diperkirakan berusia 194 tahun, ia dinobatkan sebagai hewan darat tertua di dunia yang masih hidup. Apa rahasia umur panjangnya?

Rahasia itu terungkap dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances pada Rabu (7/10/2026) dengan judul "Epigenetic Insights into extreme longevity in the world's oldest terrestrial animal, Jonathan" sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Minggu(11/10/2026).

Peneliti menemukan bahwa umur panjang Jonathan bukan hanya karena genetik yang baik, melainkan juga minimnya kerusakan genetik seiring bertambahnya usia.

Tim peneliti mengidentifikasi 287 varian gen unik pada tubuh Jonathan. Varian tersebut berperan mengurangi dampak penuaan dengan mengendalikan proses penting, seperti perbaikan kerusakan DNA, pengurangan peradangan, pengaturan insulin, hingga penekanan perkembangan kanker.

"Kami menemukan bahwa pengatur gen yang terlibat dalam produksi energi dan perbaikan DNA tetap sangat stabil pada Jonathan selama hampir dua abad," kata Justin Gerlach, salah satu peneliti dalam jurnal tersebut, dikutip dari laman Universitas Cambridge, Rabu (7/10/2026).

Jonathan merupakan kura-kura raksasa Aldabra (Aldabrachelys gigantea) yang diperkirakan menetas pada 1832. Artinya, ia hidup sezaman dengan Charles Darwin dan Ratu Victoria.

Sebagian besar hidupnya dihabiskan di Pulau St. Helena, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik Selatan. Ia tinggal di Plantation House, kediaman Gubernur St. Helena, dan tiba dari Seychelles sejak 144 tahun lalu dalam kondisi dewasa sebagai hadiah untuk gubernur.

Peneliti menilai kura-kura raksasa dari Kepulauan Galapagos dan Seychelles merupakan kelompok penyintas dari jenis hewan yang dahulu mendominasi ekosistem di banyak pulau dunia.

Dalam studi tersebut, tim juga membandingkan epigenom Jonathan dengan kura-kura raksasa lain yang berusia lebih muda. Epigenom merupakan mekanisme yang berfungsi sebagai sakelar untuk mengaktifkan atau menonaktifkan gen.

Hasilnya, sakelar yang mengendalikan gen perbaikan DNA dan metabolisme Jonathan sangat mirip dengan kerabatnya yang lebih muda. Padahal, epigenom biasanya mengalami perubahan seiring waktu dan turut berkontribusi terhadap proses penuaan yang menyebabkan fungsi tubuh terganggu.

Studi ini menjadi penelitian pertama yang menyelidiki epigenom kura-kura raksasa. Riset ini dipimpin oleh peneliti dari Kallel, organisasi nirlaba di Amerika Serikat yang fokus pada riset umur panjang.

"Bekerja dengan kura-kura raksasa yang benar-benar sudah sangat tua merupakan sebuah keistimewaan. Kita bisa merasakan bahwa kura-kura tersebut adalah rekan dalam penelitian, bukan sekadar objek yang diteliti," ujar Gerlach.

Sementara itu, penulis senior penelitian sekaligus pendiri Kallel, Stephen Clark, mengatakan genom Jonathan memberikan gambaran mengenai mekanisme sel bertahan menghadapi kerusakan.

"Tujuan kami adalah menerjemahkan temuan evolusi ini menjadi pengobatan yang praktis dan terjangkau bagi masyarakat luas sesegera mungkin. Penuaan merupakan faktor risiko terbesar bagi hampir semua penyakit kronis yang kita hadapi," kata Clark. (hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN