AnyPS5 Capai 96,48% Dukungan Shader, Apakah Game PS5 Bisa Dimainkan di PC Jadul?

AnyPS5 Capai 96,48% Dukungan Shader, Apakah Game PS5 Bisa Dimainkan di PC Jadul? (foto ilustrasi:gemini/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/10/2026) — AnyPS5 mencatat kemajuan dalam menerjemahkan instruksi shader GPU PS5 dan menjalankan executable konsol melalui Windows atau Linux. Namun, angka 96,48% mengukur cakupan instruksi shader yang diketahui, bukan persentase game PS5 yang sudah kompatibel.
Pengujian Dreaming Sarah pada GTX 1050 Ti menunjukkan bahwa perangkat keras lama dapat menjalankan game tertentu. Meski demikian, kompatibilitas game AAA seperti Demon's Souls dan Astro's Playroom belum terkonfirmasi dalam daftar pengujian proyek yang diperiksa.
Kemajuan tersebut memunculkan pertanyaan: apakah gamer sebentar lagi bisa memainkan game PS5 tanpa membeli konsol?
Jawabannya belum sesederhana itu. Meski AnyPS5 menunjukkan potensi besar, kompatibilitas game masih bergantung pada dukungan pustaka sistem, penerjemahan grafis, dan stabilitas saat permainan dijalankan.
AnyPS5 Capai 96,48% Dukungan Shader GPU
Menurut laporan NeoTeo tertanggal 9 Oktober 2026, AnyPS5 telah mendukung 1.125 dari 1.166 instruksi shader yang diketahui, atau sekitar 96,48%. Proyek ini juga dilaporkan telah mengimplementasikan 2.449 dari 2.815 fungsi PRX yang telah diidentifikasi dan dicatat oleh proyek.
Shader merupakan program yang digunakan GPU untuk memproses berbagai elemen grafis, seperti pencahayaan, bayangan, tekstur, dan efek visual.
Meski angkanya mendekati 100%, persentase tersebut tidak menunjukkan jumlah game PS5 yang bisa dimainkan. Satu instruksi shader yang belum didukung saja dapat menghambat game tertentu apabila instruksi itu penting bagi proses rendering.
Dengan demikian, kemajuan shader merupakan indikator perkembangan teknis, bukan jaminan kompatibilitas seluruh katalog PlayStation 5.
Cara AnyPS5 Menjalankan Game PS5 di PC
Berbeda dari pendekatan emulator konvensional, AnyPS5 menggunakan teknik relinking untuk mengubah executable game PS5 agar dapat dijalankan sebagai program native pada PC.
Pendekatan ini dimungkinkan karena CPU PS5 menggunakan arsitektur x86-64 yang memiliki kesamaan mendasar dengan prosesor PC modern. AnyPS5 memanfaatkan kesamaan tersebut untuk menghubungkan kode game dengan lingkungan Windows atau Linux.
Untuk grafis, proyek ini juga menggunakan shader recompiler yang menerjemahkan shader ke SPIR-V, format perantara yang dapat digunakan dalam ekosistem Vulkan.
Namun, menjalankan kode game secara native tidak menghilangkan kebutuhan akan lapisan kompatibilitas. AnyPS5 tetap harus menyediakan fungsi sistem PS5 yang diperlukan game agar dapat beroperasi dengan benar.
Pustaka Sistem Masih Menjadi Hambatan
Selain shader GPU, game PS5 bergantung pada berbagai fungsi sistem untuk mengelola memori, thread, penyimpanan, input kontroler, audio, dan kebutuhan lainnya.
Jika game memanggil fungsi yang belum diimplementasikan atau memiliki perilaku berbeda dari sistem PS5, permainan bisa gagal dijalankan meskipun dukungan grafis sudah tinggi.
Inilah alasan persentase shader dan fungsi PRX perlu dinilai secara terpisah. Keduanya mengukur komponen kompatibilitas yang berbeda dan belum menggambarkan keseluruhan pengalaman bermain.
Agar game benar-benar layak dimainkan, AnyPS5 harus mampu menjalankannya secara stabil, menampilkan grafis dengan benar, serta menangani audio, kontrol, dan proses permainan dari awal hingga akhir.
Dreaming Sarah Tembus 60 FPS dengan GTX 1050 Ti
Salah satu bukti awal yang menarik datang dari Dreaming Sarah, game platformer 2D yang tercatat berjalan pada 60 FPS menggunakan NVIDIA GeForce GTX 1050 Ti dan Intel Core i5-7500.
Dokumentasi kompatibilitas AnyPS5 juga mencatat pengujian pada Intel HD Graphics 620 dengan Core i5-7200U yang mencapai 36 FPS.
Hasil ini menunjukkan bahwa PC lama berpotensi menjalankan game tertentu melalui AnyPS5 tanpa membutuhkan GPU kelas atas. Namun, hasil tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk semua game PS5.
Game 2D umumnya memiliki beban grafis yang lebih ringan dibandingkan game AAA 3D dengan lingkungan kompleks, pencahayaan berat, tekstur besar, dan banyak efek visual.
Karena itu, keberhasilan Dreaming Sarah tidak otomatis berarti PC dengan spesifikasi serupa mampu menjalankan game AAA secara lancar.
Bagaimana dengan Demon's Souls dan Astro's Playroom?
Demon's Souls dan Astro's Playroom menjadi contoh game yang menarik untuk mengukur sejauh mana teknologi kompatibilitas PS5 di PC berkembang.
Demon's Souls memiliki lingkungan 3D kompleks dan beragam efek visual yang membutuhkan dukungan grafis serta sistem yang lebih matang. Sementara itu, Astro's Playroom menggabungkan platforming 3D dengan berbagai efek dan fitur khusus kontroler.
Keduanya berpotensi menjadi target pengembangan pada masa mendatang. Namun, laporan keberhasilan game PS5 pada emulator atau proyek lain tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa game yang sama sudah kompatibel dengan AnyPS5.
Untuk saat ini, belum ada dasar yang cukup untuk memastikan kapan kedua game tersebut dapat dimainkan secara stabil melalui proyek ini.
Apakah Laptop dan PC Kelas Menengah Bisa Menjalankannya?
Secara teori, laptop dan PC kelas menengah juga berpotensi memperoleh manfaat dari AnyPS5. Faktor penentunya bukan hanya kekuatan perangkat keras, tetapi juga kompatibilitas game, dukungan driver, kebutuhan memori, dan kualitas implementasi proyek.
Laptop dengan GPU terintegrasi mungkin cukup untuk game ringan yang kompatibel, sedangkan PC dengan GPU diskret memiliki peluang lebih besar untuk menangani beban grafis yang lebih berat.
Namun, gamer tetap perlu menunggu hasil pengujian untuk setiap judul. Spesifikasi yang mampu menjalankan satu game belum tentu cukup untuk game lainnya.
AnyPS5 Menjanjikan, tetapi Belum Menggantikan PS5
Kemajuan dukungan shader hingga 96,48% menunjukkan bahwa AnyPS5 terus berkembang dalam upaya menjalankan game PS5 secara native di PC. Hasil Dreaming Sarah pada GTX 1050 Ti juga menjadi bukti bahwa perangkat keras lama bisa memadai untuk judul tertentu.
Meski begitu, dukungan shader yang hampir lengkap tidak sama dengan kompatibilitas game yang hampir menyeluruh. Pustaka sistem, penerjemahan grafis, dan stabilitas permainan tetap menjadi tantangan utama.
Bagi gamer PC, AnyPS5 layak dipantau sebagai proyek eksperimental yang berpotensi memperluas akses terhadap game PS5. Namun, untuk saat ini, kemampuan menjalankan game AAA secara stabil masih perlu dibuktikan melalui pengujian langsung.
Pantau perkembangan AnyPS5 dan daftar kompatibilitas resminya sebelum berharap dapat memainkan game PS5 favorit tanpa konsol.
(neoteo/github/tomshardware/*/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Google Luncurkan Playground, Bikin Game Cukup Pakai Prompt















































