Viral! Gali Tanah Jakarta Tembus Kolombia, Kalau Gali dari Papua Tembus Mana?

Ilustrasi gali tanah. (Foto: telset.id)
Jakarta, MISTAR.ID (11/10/2026) — Pernah membayangkan jika menggali tanah di Jakarta terus-menerus hingga menembus sisi lain Bumi, akan tembus ke mana? Jawabannya ternyata Kolombia. Lalu, bagaimana jika penggalian dilakukan dari Papua?
Fakta unik ini terungkap melalui situs ThroughEarth.com dilansir CNN Indonesia. Situs tersebut dapat menunjukkan titik antipoda atau titik di seberang Bumi yang berjarak sekitar 12.742 kilometer. Pengguna cukup memilih lokasi awal, kemudian animasi akan membawa pengguna menembus kerak, mantel, hingga inti Bumi dan keluar di sisi seberangnya.
Berdasarkan pantauan, ketika Jakarta dipilih sebagai titik awal penggalian, titik keluarnya berada di Kolombia. Sementara itu, jika titik awal berada di Papua, ujung penggalian akan tembus ke Samudra Atlantik, sekitar 718 kilometer dari Brasil.
Selama ini banyak yang mengira jika menggali dari Amerika Serikat akan tembus ke China. Faktanya tidak demikian.
Jika menggali dari Los Angeles, titik keluarnya justru berada di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat. Jika memulai dari London, titik antipodanya berada di Samudra Pasifik Selatan, sekitar 740 kilometer dari Selandia Baru. Sebaliknya, untuk bisa tembus ke Shanghai, China, penggalian harus dimulai dari Argentina.
Fakta menarik lainnya, hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang titik seberangnya juga berupa daratan. Artinya, dari mana pun kita mulai menggali, kemungkinan besar akan berakhir di lautan.
Melalui situs ini, pengguna juga dapat mengetahui informasi geologi Bumi, seperti suhu ekstrem di dalam perut Bumi hingga estimasi waktu yang dibutuhkan jika jatuh bebas menembus Bumi.
Mengutip IFLScience, situs ini dibangun oleh Martin Krpelan yang terinspirasi dari rasa penasaran anak-anaknya.
"Idenya muncul dari momen biasa bersama anak-anak saya di taman bermain. Kami mulai berbincang soal apa yang akan terjadi kalau kita menggali lubang lurus ke bawah tanah, di mana kita akan keluar? Itu murni pertanyaan anak-anak, tetapi terus menempel di pikiran saya," ujar Krpelan.
Situs ThroughEarth dirancang menggunakan data dari Natural Earth dan gambar Blue Marble dari NASA. Rumus yang digunakan cukup sederhana, yakni titik antipoda dihitung dengan membalik garis lintang (latitude) menjadi minus dan menggeser garis bujur (longitude) sejauh 180 derajat.
Situs ini juga memungkinkan pengguna mengecek geografi di titik seberang untuk menentukan apakah lokasinya daratan atau lautan.
Lantas, mungkinkah manusia benar-benar melakukan perjalanan menembus Bumi? Jawabannya hampir mustahil.
Pasalnya, lubang terdalam yang pernah digali manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia dengan kedalaman hanya 12.263 meter. Angka tersebut hanya sekitar 0,2 persen dari jarak menuju inti Bumi. (hm02)
PREVIOUS ARTICLE
Hidup 194 Tahun Sejak Zaman Ratu Victoria, Ini Rahasia Umur Panjang Kura-kura Jonathan



















































