Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Google Gandeng EssilorLuxottica dan Gucci Kembangkan Kacamata Pintar Premium

Mistar.idSenin, 20 April 2026 08.03
AN
google_gandeng_essilorluxottica_dan_gucci_kembangkan_kacamata_pintar_premium

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Google dilaporkan menjalin kerja sama dengan perusahaan kacamata EssilorLuxottica untuk meningkatkan daya tarik kacamata pintar yang tengah dikembangkan. Kolaborasi ini juga melibatkan merek fesyen mewah Gucci sebagai bagian dari strategi memperluas segmen pasar.

Mengutip laporan Gizmodo pada 16 April, Google akan menghadirkan kacamata berbasis Android XR dengan sentuhan desain khas Gucci. Pendekatan ini dinilai serupa dengan strategi Meta yang sebelumnya menggandeng merek Ray-Ban dan Oakley dalam memasarkan kacamata pintar.

Informasi tersebut disampaikan oleh CEO Gucci, Luca de Meo, yang menyebutkan bahwa perangkat hasil kolaborasi itu dijadwalkan meluncur pada 2027. Dengan demikian, produk tersebut diperkirakan tidak termasuk dalam peluncuran awal kacamata Android XR Google yang direncanakan diperkenalkan tahun ini.

Dibandingkan Ray-Ban, Gucci dikenal berada pada segmen fesyen premium. Karena itu, kacamata pintar bermerek Gucci diperkirakan akan menyasar pasar kelas atas dengan harga lebih tinggi dibandingkan produk awal Google yang dikembangkan bersama Warby Parker dan Gentle Monster.

Sejauh ini, belum banyak informasi mengenai desain maupun fitur spesifik dari kacamata pintar tersebut, selain penekanan pada aspek gaya. Langkah ini menunjukkan upaya Google untuk memposisikan produknya tidak hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.

Strategi tersebut dinilai menggabungkan pendekatan Meta dan Apple. Sejak 2015, Apple telah memasarkan Apple Watch Hermès melalui kolaborasi dengan rumah mode Hermès dengan harga di atas 1.000 dolar AS.

Meski demikian, minat pasar terhadap kacamata pintar premium masih menjadi tanda tanya. Sejumlah laporan menyebut Meta juga mempertimbangkan kerja sama dengan Prada, meski belum terealisasi hingga saat ini.

Sementara itu, CEO Snap Inc., Evan Spiegel, sebelumnya menilai kemitraan Meta dengan EssilorLuxottica lebih banyak menguntungkan Meta. Kacamata bermerek Ray-Ban disebut membantu mengurangi sorotan terhadap nama Meta, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran terkait privasi serta berdampak pada citra produk non-pintar Ray-Ban.

Google sendiri masih menghadapi tantangan terkait reputasi pengelolaan data pengguna, termasuk sejak peluncuran Google Glass yang sempat menuai kritik lebih dari satu dekade lalu. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN