Google Berencana Bangun Pusat Data Bertenaga Surya

Tenaga Surya. (Foto: Teknologi/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Google meluncurkan Project Suncatcher, yakni rencana membangun pusat data bertenaga surya yang beroperasi dari orbit bumi mulai 2027.
CEO Google, Sundar Pichai, mengungkapkan rencana tersebut dalam wawancara bersama Fox News. Ia menjelaskan bahwa Google akan meluncurkan server berukuran kecil melalui dua satelit prototipe hasil kolaborasi dengan perusahaan bernama Planet.
“Pada fase awal, pusat data berbasis satelit itu akan berjalan dengan kapasitas terbatas. Namun Google meyakini bahwa dalam satu dekade, model pusat data orbital seperti ini akan menjadi hal umum,” ujar Sundari, dilansir dari Techspot, Rabu (10/12/2025).
Langkah ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan energi untuk teknologi AI. Laporan Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley tahun 2024 menunjukkan bahwa pusat data di Amerika Serikat telah mengonsumsi lebih dari 4% listrik nasional, dan angka tersebut bisa melonjak hingga 12% pada 2028 bila tidak ada inovasi besar.
Baca Juga: Pengadaan Lampu Jalan Tenaga Surya di Gunung Meriah Dipertanyakan, Polisi Bantah Terlibat
Situasi itu menambah tekanan pada jaringan listrik serta memicu penolakan masyarakat di berbagai daerah terhadap pembangunan pusat data baru, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (9/12/2025).
Google menilai orbit bumi merupakan lokasi yang ideal. Tanpa gangguan cuaca dan tanpa siklus siang–malam, panel surya pada satelit dapat menghasilkan energi konstan untuk mengoperasikan chip Tensor Processing Unit (TPU), yang menjadi komponen utama sistem AI Google.
Tak hanya itu, satelit-satelit dalam proyek ini akan terhubung menggunakan koneksi laser, membentuk jaringan komputasi yang bekerja layaknya satu pusat data raksasa.
Pichai optimistis teknologi tersebut bisa berkembang hingga kapasitas gigawatt di masa mendatang. Google juga telah merilis makalah teknis yang menjelaskan konsep arsitektur awal, termasuk metode komunikasi dan pembagian beban kerja antar satelit.
Google bukan satu-satunya pihak yang melihat potensi ini. Jeff Bezos sebelumnya juga memprediksi bahwa pusat data orbital bertenaga surya akan menjadi hal biasa dalam dua puluh tahun dan berpotensi lebih efisien dibandingkan fasilitas yang dibangun di permukaan bumi. (hm20)
























