UTBK-SNBT 2026 di USU Diikuti 36.771 Peserta, Sediakan 3.008 Kursi Kuliah

Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin saat meninjau peserta UTBK-SNBT 2026. (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di Universitas Sumatera Utara digelar sejak 20 April hingga 30 April 2026 dalam 20 sesi. Ujian tidak hanya berlangsung di Medan, tetapi juga di Teluk Dalam dan Gunung Sitoli, Nias, dengan seluruh sesi terisi penuh sebanyak 36.771 peserta.
Dari jumlah tersebut, USU menyediakan total 3.008 kursi yang terdiri dari 2.534 untuk program sarjana (S1), 274 untuk vokasi, dan 200 untuk diploma. Hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada 25 Mei 2026.
Rektor USU, Muryanto Amin, mengatakan pelaksanaan ujian tahun ini turut mengakomodasi peserta berkebutuhan khusus. Tercatat ada dua peserta tunanetra, dua tunadaksa, dua tunarungu, dan satu orang tunawicara di Nias Teluk Dalam.
“Kita fasilitasi agar mereka bisa juga punya kesempatan yang sama dengan peserta yang lain,” ujarnya di USU, Selasa (21/4/2026).
Ia juga memastikan tidak ada kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap dijamin dapat melanjutkan pendidikan dengan syarat menunjukkan bukti kondisi ekonomi.
“Dan kita memastikan kalau yang tidak bisa bayar UKT, pasti bisa kuliah. Asal betul-betul datanya memang tidak bisa bayar,” katanya.
Untuk jalur penerimaan, kuota SNBP dan SNBT mencapai sekitar 60 hingga hampir 65 persen. Sementara jalur mandiri disiapkan sekitar 2.000 kursi dan tidak akan melebihi batas, meski berpotensi bertambah dari sisa kuota peserta yang tidak melakukan daftar ulang.
“Yang tidak daftar ulang bisa saja karena itu bukan pilihannya, jadi dia mau tes lagi di mandiri, ya boleh. Kalau SNBT boleh (tes mandiri), yang tidak boleh itu yang SNBP,” ujarnya.
Pada tahun ini, USU juga membuka sejumlah program studi baru, yakni Ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Logistik Pertambangan, serta Perencanaan Wilayah Kota di Fakultas Teknik. Namun, calon mahasiswa yang memilih satu program sarjana diwajibkan mengambil satu program vokasi (D3 atau D4).
Ia menambahkan, distribusi bahan ujian ke wilayah Nias berjalan lancar dengan dukungan pengawas dan petugas IT yang telah dikirim ke lokasi. Selain itu, kuota mahasiswa dari keluarga kurang mampu di USU ditetapkan minimal 20 persen. (hm2)
BERITA TERPOPULER



Prediksi Argentina vs Honduras: Albiceleste Diunggulkan Menang dalam Laga Pemanasan Piala Dunia 2026



















