Tiga Tahapan Penting Proses Belajar Menulis Anak

Ilustrasi. (Foto: Thinkstok)
Jakarta, MISTAR.ID
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan kemampuan menulis tidak sekadar soal memindahkan huruf ke atas kertas. Karena itu, orang tua diimbau tidak terburu-buru menuntut anak agar langsung bisa menulis dengan lancar.
Setiap anak memiliki proses belajar yang berbeda, terutama karena kemampuan ini sangat berkaitan dengan perkembangan motorik. Seiring keterampilan motorik semakin kuat, aktivitas menulis juga akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.
Mengacu pada informasi dari Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, ada tiga tahapan penting dalam proses belajar menulis bagi anak sekolah dasar.
Tahap pertama adalah pramenulis atau kesiapan fisik. Pada fase ini, anak mulai belajar memegang pensil, membuat garis, serta memahami arah penulisan. Kemampuan dasar ini penting agar tangan tidak cepat lelah saat menulis, sehingga anak bisa lebih nyaman berlatih.
Tahap berikutnya adalah menulis awal. Setelah fondasi dasar terbentuk, anak mulai dikenalkan pada penulisan kata sederhana, penggunaan spasi, serta perbedaan huruf besar dan kecil.
“Fokus di sini adalah melatih motorik halus agar anak percaya diri,” kata Kemendikdasmen.
Tahap terakhir adalah menulis fasih. Pada fase ini, gerakan tangan anak sudah lebih otomatis. Mereka mulai mampu menulis kalimat secara runtut, menggunakan tanda baca dengan benar, serta lebih fokus pada isi tulisan dibandingkan bentuk hurufnya.
Kemendikdasmen juga menekankan bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, keterampilan menulis tangan tetap memiliki peran penting.
“Menulis tangan tetap penting untuk membangun stamina menulis agar anak bisa berekspresi lebih lama dan lebih dalam,” tuturnya.
Dengan memahami tahapan ini, orang tua diharapkan bisa lebih sabar dan menyesuaikan proses belajar anak sesuai perkembangannya. (hm20)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER






















