Sumut Serahkan SK Kepada 248 Kepala Sekolah, Perkuat Kepemimpinan Pendidikan

Kadisdik Sumut, Alexander Sinulingga. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 248 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan di satuan pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Sumut.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menyampaikan bahwa penyerahan SK dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.
“Peraturan ini menegaskan bahwa kepala sekolah adalah penugasan profesional dengan standar kompetensi, masa tugas, serta mekanisme evaluasi kinerja yang jelas dan terukur,” ujar Alexander di Aula Raja Inal Siregar, Senin (19/1/2026).
Dari total 248 kepala sekolah yang menerima penugasan, terdiri atas 161 kepala SMA, 80 kepala SMK, dan 7 kepala SLB. Sebanyak 119 orang hadir langsung di aula, sementara 129 lainnya mengikuti secara daring.
“Pola pelaksanaan luring dan daring dipilih untuk menjamin keterlibatan seluruh kepala sekolah penerima penugasan, sekaligus mencerminkan praktik kerja yang adaptif, efisien, dan selaras dengan semangat digitalisasi pemerintahan,” tutur Alexander.
Alexander menegaskan, penyerahan SK ini bukan akhir dari proses administrasi, melainkan awal dari siklus kinerja yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Sumut telah menyiapkan mekanisme evaluasi kinerja kepala sekolah secara rutin dan berkala,” katanya.
Evaluasi dilakukan melalui penilaian kinerja tahunan, pemantauan capaian indikator layanan pendidikan, serta kesesuaian pelaksanaan tugas dengan arah kebijakan pendidikan daerah dan nasional.
Dalam konteks pembangunan daerah, penugasan kepala sekolah diarahkan untuk mendukung visi pembangunan Provinsi Sumut, yakni Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju, dan Berkelanjutan.
“Kepala sekolah kami posisikan sebagai aktor kunci di tingkat satuan pendidikan yang menerjemahkan visi besar tersebut ke dalam praktik nyata di sekolah,” ucap Alexander.
Ia menambahkan, peran tersebut diwujudkan melalui penguatan kepemimpinan pembelajaran, pengelolaan sekolah yang akuntabel, serta kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















