Friday, October 16, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Siswa Nilai PJJ Kurang Efektif, Berharap Kabut Asap Segera Berakhir

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 17.57 WIB
siswa_nilai_pjj_kurang_efektif_berharap_kabut_asap_segera_berakhir

Siswa-siswi MAN 1 Medan memberikan tanggapan terkait pelaksanaan PJJ. (foto: Susan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) mendapat beragam tanggapan dari para siswa. Meski dinilai kurang efektif dibandingkan pembelajaran tatap muka, mereka menyadari pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Keyzhia, 15 tahun, siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, mengaku lebih menyukai pembelajaran tatap muka karena materi pelajaran lebih mudah dipahami dan dapat berinteraksi langsung dengan guru maupun teman-temannya.

“Kalau PJJ itu kan materinya juga lebih susah dipahami, karena kita nggak langsung tatap muka sama gurunya. Dan kalau belajar offline kan juga jumpa sama kawan-kawan, jadi lebih seru offline daripada PJJ,” katanya saat ditemui di madrasah sepulang sekolah, Jumat (16/10/2026).

Bersama teman-temannya, Salsa dan Tantri, Keyzhia berharap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah dapat segera ditangani sehingga kabut asap menghilang dan kegiatan belajar di sekolah kembali berjalan normal.

Hal senada disampaikan Khalifatu, 17 tahun, siswa kelas XII MAN 1 Medan. Ia mengaku prihatin terhadap masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

“Dengan adanya penyakit seperti ISPA, itu cukup memprihatinkan untuk kita. Terutama kita melihat bagaimana rumah sakit yang penuh terus karena anak-anak mengalami gangguan pernapasan,” tuturnya didampingi teman-temannya, Wildan, Shofwan, dan Shofwin.

Di sisi lain, Khalifatu mengakui PJJ menjadi tantangan tersendiri bagi siswa kelas XII yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selain harus mempersiapkan diri menghadapi ujian, mereka juga memiliki rangkaian tes dan les tambahan yang perlu diikuti.

“Untuk belajar daring, saya rasa kurang efektif. Namun, melihat kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan, terutama bagaimana kita bisa merasakan prihatin di warga Kalimantan sana, pastinya lebih baiknya kita belajar dari rumah,” ucapnya.

Ia pun berharap pemerintah segera menangani persoalan karhutla agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Khalifatu juga berharap hujan yang turun dapat membantu memperbaiki kondisi kabut asap.

“Semoga dengan tadi adanya hujan juga, semoga semuanya menjadi lebih baik. Terutama pemerintah, tolong kinerjanya, Pak,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara menginstruksikan penanganan dampak kabut asap di sejumlah wilayah di Sumut, termasuk pelaksanaan PJJ bagi satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK hingga SMA/SMK sederajat.

Kebijakan PJJ tersebut diberlakukan mulai 16 hingga 21 Oktober 2026. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN