Tuesday, July 7, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Rupiah Makin Melemah, Dampaknya Hingga ke Sektor Pendidikan

Mistar.idSelasa, 19 Mei 2026 pukul 14.52 WIB
rupiah_makin_melemah_dampaknya_hingga_ke_sektor_pendidikan

Pengamat pendidikan, Jholant Bringg Luck Amelia Sinaga (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing dinilai membawa dampak langsung terhadap sektor pendidikan. Mulai dari meningkatnya harga kebutuhan belajar hingga potensi bertambahnya angka siswa yang menunda pendidikan.

Hal itu disampaikan oleh pengamat pendidikan, Jholant Bringg Luck Amelia Sinaga. Ia menyebutkan, banyak kebutuhan pendidikan di Indonesia masih bergantung pada produk impor sehingga ikut terdampak ketika rupiah melemah.

Ia mencontohkan sejumlah perangkat penunjang pendidikan seperti laptop, proyektor, perangkat lunak, hingga buku referensi internasional mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya nilai tukar dolar AS.

“Misalnya laptop sebelumnya harganya Rp10 juta, karena rupiah melemah bisa naik jadi Rp11 sampai Rp12 juta karena komponen dan nilai tukar dolarnya meningkat,” katanya kepada Mistar, Selasa (19/5/2026).

Menurut akademisi dari Unpri itu, dampak pelemahan rupiah juga dirasakan oleh keluarga siswa dan mahasiswa. Kenaikan harga kebutuhan pokok dinilai dapat mengurangi kemampuan orang tua dalam membayar biaya pendidikan.

“Kalau harga kebutuhan pokok naik, kemampuan orang tua siswa untuk membayar uang sekolah atau biaya kuliah pasti menjadi lebih terbatas,” ucapnya.

Ia mengkhawatirkan kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko anak menunda bahkan berhenti sekolah akibat tekanan ekonomi keluarga.

Karena itu, ia meminta pemerintah tetap menjaga kekuatan anggaran pendidikan, termasuk program beasiswa dan bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Kalau bisa, saran saya pemerintah tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Karena menurut pendapat saya, kualitas sumber daya manusia itu nggak boleh terganggu hanya karena tekanan ekonomi,” tuturnya.

Selain di dalam negeri, ia menilai pelemahan rupiah juga berdampak bagi warga negara Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Menurutnya, biaya hidup dan biaya pendidikan menjadi semakin berat akibat kenaikan kurs mata uang asing.

“Sekarang saja nilai tukar rupiah ke ringgit Malaysia sudah hampir Rp4.500. Nilai tukar kita yang makin melemah pasti berdampak terhadap biaya hidup dan biaya sekolah,” ujarnya.

Pelemahan nilai rupiah ini juga turut dirasakannya secara langsung, mengingat ia tengah mempersiapkan keberangkatan untuk mengikuti konferensi akademik internasional di luar negeri. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN