Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Rektor Universitas Audi Indonesia Dorong Mahasiswa ‘Naik Kelas’, Jadi Pemimpin Perubahan di Era Digital

Mistar.idJumat, 5 Juni 2026 13.41
AN
SH
rektor_universitas_audi_indonesia_dorong_mahasiswa_naik_kelas_jadi_pemimpin_perubahan_di_era_digital

Foto bersama dalam workshop pendidikan yang digelar di Auditorium Universitas Audi Indonesia. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Transformasi pendidikan tinggi di era digital tidak hanya soal penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter dan arah masa depan generasi muda. Hal ini disampaikan dalam workshop pendidikan yang digelar di Universitas Audi Indonesia pada Jumat (5/6/2026).

Rektor Universitas Audi Indonesia, Faija Sihombing, menekankan bahwa kegiatan yang menghadirkan berbagai pihak, termasuk Komisi X DPR RI dan LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, harus dipandang sebagai peluang untuk membuka ruang kolaborasi dan peningkatan kualitas kampus.

“Kami mungkin belum tahu peluang apa, tapi kami percaya ini adalah titik kecil yang bisa membuka peluang besar untuk membawa kita naik,” ujar Faija dalam workshop bertajuk Transformasi Digital dan Pengembangan Karakter untuk Generasi Kompetitif itu.

Ia menegaskan, perguruan tinggi swasta harus mampu bergerak naik kelas dan tidak berhenti pada posisi yang sama. Menurutnya, setiap kesempatan kolaborasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi kampus dan meningkatkan daya saing.

Faija juga menekankan pentingnya motivasi diri bagi mahasiswa untuk terus berkembang. Ia mengingatkan bahwa pendidikan harus menjadi sarana untuk membangun mental progresif dan tidak terjebak pada pola pikir stagnan.

“Tanamkan dalam diri untuk terus naik, bukan turun. Menjadi pemimpin. Jika mereka bisa hadir saat ini sebagai anggota dewan, perwakilan dari LLDikti, maka motivasi diri sendiri, saya akan menjadi apa ke depannya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan LLDikti Wilayah I Sumut, Irawan Sukma, menyoroti pentingnya transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan komputasi awan telah mengubah secara fundamental cara belajar, bekerja, dan berkomunikasi.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak lagi memiliki pilihan selain beradaptasi dengan perubahan tersebut. Digitalisasi, kata dia, harus menjadi bagian dari peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola kampus.

“Mahasiswa juga harus dibekali dengan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan untuk memecahkan masalah yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja masa depan,” tuturnya.

Namun, Irawan juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter. Integritas, etika, disiplin, dan tanggung jawab dinilai menjadi fondasi penting agar teknologi tidak disalahgunakan.

“Kampus unggul tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga menghasilkan insan yang memiliki karakter luhur dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, transformasi digital dan pengembangan karakter harus berjalan beriringan. Teknologi merupakan alat untuk mempercepat kemajuan, sedangkan karakter adalah kompas yang mengarahkan kemajuan teknologi ke jalan yang benar.

Ketika keduanya terintegrasi dengan baik, maka akan lahir generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas, inovatif, bertanggung jawab, dan siap memimpin perubahan.

Ia menambahkan, dosen memiliki peran penting sebagai teladan dalam pemanfaatan teknologi sekaligus pembimbing pembentukan karakter mahasiswa. Sementara itu, mahasiswa diharapkan aktif mengembangkan literasi digital, berpikir kritis, serta membangun jejaring untuk menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.

“Universitas Audi Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ucapnya.

Dengan kolaborasi antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, ia menekankan bahwa cita-cita untuk mewujudkan kampus unggul bukanlah sesuatu yang mustahil. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN