Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Gadget Ubah Budaya Mahasiswa, Komisi X DPR: Teknologi Harus Jadi Alat Bangun Karakter

Mistar.idJumat, 5 Juni 2026 15.16
EH
SH
gadget_ubah_budaya_mahasiswa_komisi_x_dpr_teknologi_harus_jadi_alat_bangun_karakter

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sabam Sinaga dalam kegiatan workshop pendidikan di Auditorium Universitas Audi Indonesia, Jumat (5/6/2026). (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Sabam Sinaga, menyoroti perubahan besar pola perilaku mahasiswa di era transformasi digital yang dinilai telah menggeser interaksi sosial di lingkungan kampus.

Sabam menilai perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi.

Ia menyebut fenomena sejumlah orang yang berkumpul dalam satu komunitas namun tidak lagi saling berkomunikasi karena sibuk dengan gawai masing-masing, sebagai perubahan budaya yang tidak bisa dihindari.

“Ini menjadi perubahan paradigma, perubahan budaya yang tidak bisa kita hindari,” ujarnya dalam workshop pendidikan bertajuk ‘Transformasi Digital dan Pengembangan Karakter untuk Generasi yang Kompetitif’ di Auditorium Universitas Audi Indonesia, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan transformasi digital tidak boleh dipandang negatif. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mengembangkan karakter dan meningkatkan pengetahuan.

Ia menekankan bahwa perubahan karakter dapat terjadi melalui peningkatan pengetahuan dan penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan adanya pengetahuan, itu juga bisa mengubah karakter. Dan pengetahuan yang dikerjakan, yang diaplikasikan, itu akan bisa mengubah karakter,” tuturnya.

Dalam kegiatan yang merupakan kerja sama antara Anggota Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi itu, Sabam menekankan agar para mahasiswa maupun dosen tidak alergi terhadap perkembangan teknologi, tetapi menggunakannya menjadi alat mengembangkan diri sehingga dapat menjadi orang-orang yang kompetitif.

“Karena sepanjang yang saya tahu bahwa orang-orang yang bisa menggunakan teknologi dengan baik, dia bisa menjadi orang yang terdepan. Orang-orang yang bisa memanfaatkan teknologi, dia bisa menjadi orang yang terpintar,” katanya lagi.

Sabam juga mengingatkan bahwa mahasiswa perlu mengubah kebiasaan penggunaan gawai dari sekadar media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi sarana mencari informasi dan belajar.

Menurutnya, jika waktu penggunaan gawai dialihkan untuk aktivitas pembelajaran, maka pengetahuan dan kompetensi mahasiswa akan meningkat secara signifikan.

“Saya tahu bahwa digital yang sekarang cukup besar, itu bisa menjadi jembatan untuk membuat engkau lebih kompetitif lagi,” ucap Sabam.

“Situasi akan terus berkembang dan berubah. Agar engkau menjadi orang yang terdepan dan bisa mengelola situasi, belajar lah. Pakai teknologi untuk menolong, menjembatani engkau, menguasai situasi apapun permasalahan yang kau hadapi,” katanya lagi. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN