Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Lima Siswa Indonesia Bawa Pulang Lima Penghargaan dari IOAA 2026

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 09.37 WIB
lima_siswa_indonesia_bawa_pulang_lima_penghargaan_dari_ioaa_2026

Lima siswa Indonesia yang peroleh penghargaan dari IOAA 2026. (Foto: TVRI News)

news_banner

Hanoi, MISTAR.ID – Lima siswa Indonesia membawa pulang lima penghargaan dari ajang International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) 2026 di Hanoi, Vietnam. Kompetisi tersebut diikuti 320 peserta dari 66 negara.

Tiga medali perunggu diraih Muhammad Zhafif dari SMAS Kharisma Bangsa, Kota Tangerang Selatan, Khalil Azyumardi Abnel dari MAN 1 Pekanbaru, Kota Pekanbaru, dan Yugo Deandra Wirayudha dari SMA Negeri 1 Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Sementara Muhammad Bagir dari SMA Negeri 8 Jakarta meraih Honorable Mention. Adapun Muhammad Faiz Rahman dari SMAS Pesantren Unggul Al Bayan, Kabupaten Sukabumi, menjadi pemenang lomba poster secara tim melalui karya berjudul “VGOS in SEA, and the FUTURE of HUMANKIND.”

Kelima siswa tersebut sebelumnya melalui proses panjang sebelum menjadi delegasi Indonesia. Seleksi diawali dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang astronomi, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan dan seleksi secara bertahap hingga terpilih lima siswa untuk mewakili Indonesia di IOAA 2026.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi talenta muda Indonesia untuk bersaing di tingkat dunia.

"Capaian ini menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di tingkat dunia. Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta secara berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang, berprestasi, dan pada saatnya memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia," kata Maria, dikutip dari Kemendikdasmen, Kamis (8/10/2026).

Salah satu peraih medali perunggu, Zhafif, menyebut keikutsertaannya di IOAA menjadi pengalaman berharga. Selain berkompetisi, ia berkesempatan membangun jejaring dengan siswa dari berbagai negara.

Menurutnya, perjalanan sejak mengikuti OSN hingga tampil di ajang internasional tidak hanya menambah ilmu dan pengalaman, tetapi juga membantu membentuk karakter.

"Prestasi di OSN tentunya merupakan sebuah privilege. Perjalanan panjang yang saya lalui, mulai dari mengikuti OSN hingga meraih prestasi di ajang internasional, tidak hanya memberikan banyak ilmu dan pengalaman, tetapi juga sangat membantu dalam membentuk karakter saya," ujar Zhafif, dilansir dari detikEdu.

Hal senada disampaikan Yugo. Ia menyebut IOAA menjadi salah satu pengalaman dan memori yang tidak terlupakan.

"Pembinaan yang diberikan Puspresnas juga sangat membantu, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat internasional," ucapnya. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN