Kisah Inspiratif Pasutri di ITS, Kuliah S1 hingga S3 Bersama dan Raih Gelar Doktor

Rossana Margaret Kadar Yanti (kiri) dan Andika Ade Indra Saputra (dua dari kiri) saat resmi dikukuhkan Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati. (Foto: ITS/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Andika Ade Indra Saputra dan Rossana Margaret Kadar Yanti memiliki perjalanan akademik yang tidak biasa. Pasangan suami istri (pasutri) ini sama-sama menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, hingga doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
Perjalanan panjang tersebut mencapai babak penting ketika keduanya mengikuti prosesi wisuda doktor secara bersamaan dalam Wisuda ke-134 ITS, akhir pekan kemarin. Andika dan Rossa, sapaan akrab Rossana, meraih gelar doktor dari Departemen Teknik Sipil ITS.
Keduanya mengikuti prosesi wisuda pada hari ketiga yang berlangsung di Grha Sepuluh Nopember ITS. Bagi Andika dan Rossa, kampus tersebut bukan sekadar tempat menempuh pendidikan, tetapi juga bagian penting dari perjalanan hidup dan pengembangan karier mereka.
“Kami berdua menempuh S1, S2, dan S3 di Teknik Sipil ITS, jadi bisa dibilang pure blood ITS banget,” tutur Rossa melalui siaran pers dikutip, Senin (12/10/2026).
Kisah kedekatan Andika dan Rossa ternyata tidak bermula ketika keduanya masih menjadi mahasiswa. Saat menempuh pendidikan sarjana, Rossa hanya mengenal Andika sebagai kakak tingkat di kampus.
Hubungan mereka justru semakin dekat ketika sama-sama bekerja sebagai dosen di Jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Kalimantan (ITK). Aktivitas pekerjaan, diskusi mengenai pengajaran, hingga pertukaran pengalaman akademik membuat komunikasi keduanya semakin intens.
Rossa mengungkapkan, saat masih menjadi dosen junior, dirinya banyak memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari Andika. Kedekatan yang awalnya terjalin secara profesional kemudian berkembang menjadi hubungan pribadi.
“Sebagai dosen junior waktu itu, saya banyak belajar dan berdiskusi dengan Pak Andika (suami, red) terkait pengajaran dan dari situlah rasa cinta kami tumbuh. Pak Andika juga yang mengajak dan mendorong saya untuk melanjutkan studi S3 bersama,” kenang Rossa.
Keduanya menikah pada awal 2017 dan kini telah dikaruniai dua orang putri. Setelah membangun keluarga, Andika dan Rossa tetap melanjutkan perjalanan akademik dengan menempuh pendidikan doktoral.
Menjalani pendidikan doktoral secara bersamaan menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan tersebut. Selain harus memenuhi tuntutan akademik, keduanya juga tetap menjalankan tanggung jawab sebagai dosen dan orang tua.
Membagi waktu antara pekerjaan, penelitian, perkuliahan, serta mengurus anak membutuhkan komitmen dan kerja sama. Namun, menjalani studi bersama juga memberikan keuntungan karena masing-masing dapat memahami kesulitan yang dihadapi pasangannya.
Andika menilai, salah satu hal berharga dari pengalaman kuliah bersama istri adalah kesempatan untuk saling bertukar cerita dan memberikan dukungan ketika menghadapi berbagai persoalan.
“Yang paling seru saat suami istri berkuliah bersama tentu saja bagaimana mengimbangi tantangan antara rumah tangga, perkuliahan, dan pekerjaan. Namun, kami selalu punya tempat terbaik untuk berbagi cerita dan keluh kesah, yaitu pasangan sendiri,” ucapnya.
Dukungan tersebut menjadi salah satu kekuatan bagi keduanya untuk tetap menjalani proses pendidikan di tengah kesibukan. Mereka tidak hanya berbagi tanggung jawab dalam keluarga, tetapi juga saling memberikan semangat dalam mengejar pencapaian akademik.
Berharap Kedua Putri Mengikuti Jejak Orang Tua
Kedekatan Andika dan Rossa dengan ITS turut menjadi bagian dari cerita keluarga mereka. Keduanya bahkan mulai memperkenalkan kampus tersebut kepada kedua putri mereka sejak dini.
Andika mengungkapkan harapannya agar anak-anak mereka kelak juga tertarik melanjutkan pendidikan di ITS. Ia menyampaikan keinginan tersebut dengan nada bercanda. “Kami sudah dikaruniai dua putri yang terus kami ‘doktrin’ sejak kecil untuk masuk ITS juga kelak,” ujarnya sambil tertawa.
Di balik candaan itu, pencapaian bersama sebagai doktor menjadi pengalaman berharga bagi keluarga mereka. Perjalanan pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktor menunjukkan bagaimana keduanya berupaya menjaga keseimbangan antara pengembangan diri dan kehidupan rumah tangga.
Rossa berharap keberhasilan yang diraih bersama dapat menjadi awal dari perjalanan baru untuk terus mengembangkan cita-cita, tanpa mengesampingkan keharmonisan keluarga.
“Harapannya, kami tetap terus harmonis, menggapai mimpi-mimpi bersama berdua, serta senantiasa bahagia bersama pasangan, anak-anak, maupun orang-orang di sekitar kami,” tutur Rossa.

















































