Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Deretan Prestasi Raysa Allyvia Sembiring, Debater Muda Medan yang Bidik PTN Impian Lewat SNBP dan SNBT

Mistar.idRabu, 1 April 2026 15.09
journalist-avatar-top
SH
deretan_prestasi_raysa_allyvia_sembiring_debater_muda_medan_yang_bidik_ptn_impian_lewat_snbp_dan_snbt

Siswa SMAN 1 Medan, Raysa Allyvia Sembiring saat mengikuti perlombaan. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Bagi Raysa Allyvia Sembiring, 16 tahun, prestasi di ajang debat nasional bukan sekadar soal kemenangan, melainkan bagian dari proses panjang membentuk kemampuan berpikir kritis sekaligus mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi negeri (PTN) impian.

Siswi kelas XII SMA Negeri 1 Medan itu merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia aktif mengikuti berbagai kompetisi debat, baik di tingkat provinsi maupun nasional, dengan sederet capaian prestasi yang konsisten.

Salah satu capaian terbarunya adalah juara dua dalam ajang Pra-LDI DOXA 2026 kategori terbuka. Sebelumnya, ia juga meraih juara dua dalam AuSchool Open Debate 2025, bersama dua rekannya dari sekolah berbeda dan dibimbing oleh pelatih mereka.

Ia menjelaskan, dalam persiapan mengikuti lomba debat, yang dilakukan tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada kemampuan memahami isu dan teknik debat.

Apalagi, dalam kompetisi yang pernah ia ikuti, digunakan sistem impromptu, di mana tema baru yang beragam, mulai dari ekonomi, feminisme, hingga politik dan hukum, diberikan sekitar 30 menit sebelum debat dimulai.

Proses latihan yang tidak selalu berjalan mulus tak membuat Raysa berputus asa. Ia yakin, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Selain itu, Raysa mengaku setiap perlombaan yang diikutinya juga membawa dampak positif lainnya, salah satunya mendapatkan pengalaman berharga dengan bertemu dan berkenalan dengan berbagai peserta dari seluruh Indonesia.

“Hal-hal seperti ini bisa memperkaya pengalaman sekaligus memperluas jejaring pertemanan,” katanya kepada Mistar, Rabu (1/4/2026).

Ke depan, Raysa berharap dapat terus memberikan yang terbaik dalam setiap perlombaan dan meraih hasil yang lebih baik di ajang yang lebih bergengsi.

Berikut sederet prestasi yang diraih Raysa Allyvia Sembiring:

Juara 1 SEC-TO English Debate 2024

Juara 2 SMANSA English Week Debate 2024

Juara 1 Debat Bimasara 2025

Juara 2 AuSchool Open Debate 2025

Juara 2 SCOPE 2025

Juara 3 Debat Kansas 3.0 2025

Peringkat 2 Pembicara Terbaik LDBI Provinsi Sumatera Utara 2025

Pembicara Terbaik ke-2 SCOPE 2025

Pembicara Terbaik ke-4 AuSchool 2025 kategori U-16

Pembicara Terbaik ke-5 Debat Bimasara 2025

Octofinalis LDI Nasional 2025

Octofinalis ProAms Open English Debate 2025

Octofinalis NDDC 2025

Juara 2 Pra-LDI DOXA 2026 kategori terbuka

Pembicara Terbaik Keseluruhan kategori U-16 Pra-LDI DOXA 2026.

Selain itu, ia juga pernah berpartisipasi dalam ajang IWGM (Women and Minorities Debate) Participant 2024, AMUSE XV Participant 2025, dan GME Eloquentia Participant 2025.

Di tengah kesibukannya berkompetisi, ia juga tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke perguruan tinggi negeri (PTN). Ia mengakui, proses menuju Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) bukanlah sesuatu yang instan dan membutuhkan konsistensi sejak awal. “Nilai rapor itu penting, jadi menjaga performa akademik tetap stabil menjadi tantangan tersendiri,” tuturnya.

Selain persiapan menuju SNBP, sejak awal Raysa juga mengaku tetap mempersiapkan diri untuk mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ia menambahkan, selain akademik, dirinya juga menyiapkan strategi melalui pencapaian nonakademik, khususnya di bidang debat yang relevan dengan minatnya di bidang hukum.

Menurutnya, pengalaman mengikuti lomba tidak hanya memberikan sertifikat, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, menyusun argumen, serta memahami isu secara lebih kompleks.

Meski demikian, Raysa menilai tantangan terbesar justru terletak pada faktor mental. Ia menyadari banyak peserta lain yang memiliki kemampuan luar biasa, sehingga ia belajar menerima kemungkinan gagal.

“Jika kelak saya akan dipertemukan dengan kegagalan, bukan berarti saya harus berhenti, namun artinya saya diberikan kesempatan untuk mencoba di jalur lain. Itulah mengapa dalam proses menuju PTN impian, saya juga belajar untuk jalur SNBT sedari awal untuk mempersiapkan diri mengikuti tahap-tahap berikutnya,” ujarnya.

Ke depan, Raysa berharap tidak hanya sekadar diterima di PTN impiannya, tetapi juga berkembang secara akademik dan dalam pola pikir yang baik. Ia ingin ilmu hukum yang dipelajarinya kelak dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam isu keadilan sosial dan kesetaraan.

“Saya berharap kelak kesempatan yang saya dapatkan bisa memberi kebaikan pada orang lain, bukan hanya kepada diri saya sendiri, tetapi juga kepada orang-orang yang berada di sekitar saya,” ucap Raysa. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN