Kemenag Sumut Dukung Kurikulum Anti Narkoba di Madrasah dan Pesantren

Pertemuan Kemenag Sumut bersama BNN Sumut untuk membahas rencana penerapan kurikulum anti narkoba di madrasah dan pesantren. (foto: Humas Kemenag Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungan terhadap rencana penerapan kurikulum anti narkoba di madrasah dan pesantren sebagai langkah konkret mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Ahmad Qosbi, saat menerima audiensi Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Qosbi menegaskan kesiapan jajarannya untuk bersinergi dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkoba.
Menurutnya, kolaborasi dengan BNN menjadi bagian penting dalam upaya melindungi masa depan anak-anak dari risiko penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut penguatan program yang menyasar pelajar harus dibarengi dengan pembinaan nilai keagamaan.
“Kami siap berkolaborasi. Jangan sampai mereka terjerumus dan masa depannya menjadi gelap. Tugas kita sebagai aparatur adalah memperkuat kualitas keimanan dan ketaqwaan generasi muda,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak luas narkoba yang tidak hanya memicu tindak pidana, tetapi juga berpotensi merusak keharmonisan sosial, termasuk kerukunan umat beragama.
Karena itu, pendekatan berbasis penguatan agama dinilai sebagai salah satu cara pencegahan yang efektif, termasuk melalui peran penyuluh agama di tengah masyarakat.
“Kami berharap pertemuan ini dapat memperkuat masing-masing instansi, serta bekerja sama untuk Sumut yang bebas dari narkoba,” tutur Qosbi.
Sementara itu, Kepala BNN Sumut, Tatar Nugroho, menjelaskan pertemuan tersebut juga membahas penguatan komitmen bersama dalam mendorong integrasi kurikulum anti narkoba di lingkungan pendidikan keagamaan.
Ia menyebut inisiatif tersebut telah dikomunikasikan dengan Dinas Pendidikan, dan diharapkan dapat diterapkan di madrasah dan pesantren di bawah Kemenag Sumut.
“Semoga silaturahmi ini dapat membuahkan hasil yang nantinya diterapkan untuk pencegahan narkoba bagi siswa, baik di madrasah maupun pesantren,” ujar Tatar. (hm27)





















