Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

BEM Universitas Asahan Siap Demonstrasi Pekan Depan, Sejumlah Tuntutan Disiapkan

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 12.01
EH
PR
bem_universitas_asahan_siap_demonstrasi_pekan_depan_sejumlah_tuntutan_disiapkan

BEM Universitas Asahan. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Asahan siap menggelar demonstrasi yang akan digelar pada pekan depan, Senin (22/6/2026). Sejumlah tuntutan yang disiapkan mencakup isu nasional hingga pembangunan di Kabupaten Asahan.

Ketua BEM Universitas Asahan, Patria Sahdan, mengatakan saat ini pihaknya masih berkonsolidasi internal di lingkungan kampus untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun sikap organisasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap berdampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, hasil diskusi yang melibatkan sejumlah mahasiswa menghasilkan beberapa poin penting yang akan menjadi fokus perjuangan dalam aksi yang tengah dipersiapkan.

"Kami sedang merumuskan tuntutan yang berangkat dari persoalan nasional maupun daerah yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Patria Sahdan, Kamis (18/6/2026).

Dalam pembahasannya, mahasiswa menyoroti sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai perlu dievaluasi. Di antaranya terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembangunan Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini menjadi perhatian publik di berbagai daerah.

Selain itu, BEM UNA juga bakal menyuarakan penolakan terhadap praktik militerisme di ranah sipil serta mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Mahasiswa juga menilai pemerintah pusat perlu lebih terbuka dalam merespons kritik publik terhadap sejumlah kebijakan yang menuai polemik. Tak hanya mengangkat isu nasional, mahasiswa Universitas Asahan turut menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang sedang berjalan di daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan Menara Pandang Masjid Agung Ahmad Bakrie Kisaran. Menurut BEM UNA, proyek tersebut perlu dievaluasi karena dinilai menyerap anggaran yang besar di tengah berbagai kebutuhan dasar masyarakat yang masih harus diprioritaskan.

"Kami meminta agar proyek tersebut ditinjau kembali dan aparat penegak hukum melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang telah dialokasikan," kata Patria.

Selain menyoroti pembangunan menara pandang, mahasiswa juga mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung olahraga yang hingga kini belum rampung.

Mahasiswa meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut agar tidak menjadi beban anggaran berkepanjangan.

Rencana pembangunan rumah sakit internasional juga masuk dalam daftar perhatian mahasiswa. Proyek yang dirancang dengan skema multiyears itu dinilai perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah dan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.

Menurut Patria, pemerintah seharusnya lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat luas, seperti perbaikan jalan, fasilitas pendidikan, serta layanan kesehatan yang sudah ada.

"Kami berharap pemerintah lebih fokus pada kebutuhan masyarakat yang mendesak daripada mengalokasikan anggaran pada proyek-proyek yang manfaatnya masih dipertanyakan," ujarnya.

Saat ini BEM Universitas Asahan masih menyempurnakan rumusan tuntutan yang akan disampaikan kepada pemerintah. Setelah seluruh poin disepakati, mahasiswa berencana menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN