Wednesday, July 1, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Prancis vs Swedia: Mbappe-Dembele Siap Pecahkan Rekor, Les Bleus Dibayangi Ancaman Gyokeres

Mistar.idRabu, 1 Juli 2026 pukul 00.10 WIB
prancis_vs_swedia_mbappedembele_siap_pecahkan_rekor_les_bleus_dibayangi_ancaman_gyokeres

Ilustrasi, Prancis vs Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. (foto:folaplay/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Tim Nasional Prancis datang ke babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara. Les Bleus dijadwalkan menghadapi Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB.

Laga ini menjadi pintu menuju babak 16 besar, di mana pemenangnya akan berhadapan dengan Jerman atau Paraguay. Bagi Prancis, pertandingan melawan Swedia juga menjadi ujian awal untuk membuktikan bahwa performa impresif mereka di fase grup bukan sekadar kebetulan.

Pasukan Didier Deschamps tampil sempurna di Grup I. Mereka mengalahkan Senegal, Irak, dan Norwegia untuk mengumpulkan poin maksimal sekaligus finis sebagai juara grup.

Catatan tersebut terasa istimewa karena menjadi kali pertama Prancis menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup turnamen besar sejak Piala Dunia 1998. Menariknya, pada edisi itulah Deschamps mengangkat trofi dunia sebagai kapten tim.

Ketajaman Lini Depan yang Sulit Dibendung

Salah satu alasan utama Prancis begitu difavoritkan adalah produktivitas lini serangnya.

Les Bleus setidaknya mencetak tiga gol dalam empat pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Jika kembali melakukannya saat menghadapi Swedia, mereka akan mencatatkan rekor baru dalam sejarah turnamen.

Di lini depan, perhatian tentu tertuju kepada Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele. Keduanya sama-sama telah mengoleksi empat gol sepanjang turnamen.

Dembele sedang berada dalam performa terbaik setelah membukukan hattrick saat Prancis menaklukkan Norwegia 4-1 pada laga terakhir fase grup. Sementara Mbappe tetap menjadi motor serangan yang mampu mengubah jalannya pertandingan hanya dalam satu momen.

Kerja sama keduanya juga terbilang luar biasa. Kombinasi gol yang melibatkan Mbappe dan Dembele telah menjadi salah satu yang paling produktif dalam sejarah modern Piala Dunia.

Dengan dukungan Michael Olise, Désiré Doué, dan Marcus Thuram di sektor depan, Prancis memiliki variasi serangan yang sulit ditebak lawan.

Rekor Babak Gugur yang Mengesankan

Keunggulan Prancis tidak hanya terlihat dari kualitas pemain, tetapi juga pengalaman mereka dalam pertandingan sistem gugur.

Sejak menjuarai Piala Dunia 1998, Les Bleus berhasil melewati 15 dari 18 pertandingan fase knockout yang mereka jalani. Dalam rentang waktu tersebut, mereka hanya tersingkir tiga kali, yakni pada final 2006 melawan Italia, perempat final 2014 saat menghadapi Jerman, dan final 2022 kontra Argentina.

Pengalaman menghadapi tekanan di pertandingan besar menjadi modal penting saat memasuki fase yang tidak lagi memberi ruang untuk kesalahan.

Swedia Datang Membawa Misi Kejutan

Meski tidak diunggulkan, Swedia bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata.

Tim asuhan Graham Potter lolos dari Grup F setelah finis di belakang Belanda dan Jepang. Namun, mereka menunjukkan kapasitas menyerang yang patut diperhitungkan dengan mencetak tujuh gol sepanjang fase grup.

Jumlah tersebut menjadi torehan terbaik Swedia dalam fase grup Piala Dunia dan yang tertinggi sejak mereka mengemas 15 gol pada edisi 1994, ketika berhasil finis di posisi ketiga.

Viktor Gyokeres menjadi sosok yang paling menonjol. Penyerang yang tampil tajam bersama Sporting CP itu menjadi pemain Swedia dengan jumlah tembakan dan peluang terbanyak selama fase grup.

Selain Gyokeres, ancaman juga datang dari Alexander Isak yang dikenal memiliki kecepatan dan penyelesaian akhir yang mematikan. Di sisi lain, Anthony Elanga sedang menikmati performa positif setelah mencetak gol dalam dua pertandingan terakhir melawan Belanda dan Jepang.

Jika kembali mencetak gol ke gawang Prancis, Elanga akan masuk dalam daftar eksklusif pemain Swedia yang pernah mencetak gol dalam tiga pertandingan Piala Dunia secara beruntun.

Sementara itu, gelandang muda Yasin Ayari juga layak mendapat perhatian setelah menyumbangkan dua gol penting sepanjang turnamen.

Catatan Pertemuan yang Menarik

Pertandingan ini akan menjadi duel ke-24 antara kedua negara di semua ajang.

Dari 23 pertemuan sebelumnya, Prancis mencatatkan 12 kemenangan, sementara Swedia mengoleksi enam kemenangan dan lima laga lainnya berakhir imbang.

Namun, ini akan menjadi pertemuan pertama mereka di ajang Piala Dunia.

Menariknya, dua bentrokan sebelumnya di turnamen besar justru berpihak kepada Swedia. Mereka menahan Prancis 1-1 pada Euro 1992 sebelum meraih kemenangan 2-0 di Euro 2012.

Meski demikian, statistik terbaru lebih berpihak kepada Les Bleus. Prancis telah memenangkan enam pertandingan Piala Dunia terakhir mereka melawan sesama negara Eropa dan berpeluang menciptakan rekor baru jika kembali menang atas Swedia.

Prediksi Prancis vs Swedia

Secara kualitas skuad, kedalaman pemain, serta pengalaman di turnamen besar, Prancis masih berada satu tingkat di atas Swedia.

Meski Gyokeres, Isak, dan Elanga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi ruang melalui serangan balik cepat, lini belakang Prancis dinilai cukup solid untuk meredam ancaman tersebut.

Jika Mbappe dan Dembele mampu mempertahankan ketajaman mereka, Les Bleus berpeluang besar melanjutkan perjalanan menuju babak 16 besar.

Swedia diyakini akan memberikan perlawanan sengit, tetapi pengalaman dan efektivitas serangan Prancis kemungkinan menjadi faktor pembeda dalam pertandingan ini.

Prediksi Skor : Prancis 3-1 Swedia.

(theanalyst/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN