Friday, October 9, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

IMX 2026: Pasar Aftermarket Rp70 Triliun, Mampukah Modifikasi Indonesia Tembus Global?

Mistar.idJumat, 9 Oktober 2026 pukul 19.05 WIB
imx_2026_pasar_aftermarket_rp70_triliun_mampukah_modifikasi_indonesia_tembus_global

IMX 2026: Pasar Aftermarket Rp70 Triliun, Mampukah Modifikasi Indonesia Tembus Global? (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (9/10/2026) — Kreativitas builder Indonesia mulai mendapat panggung internasional. Namun, untuk menembus pasar global, industri modifikasi otomotif nasional harus melangkah lebih jauh: mengubah karya unik menjadi produk aftermarket berkualitas, terstandar, dan siap dipasarkan secara berkelanjutan.

Tantangan itu menjadi salah satu sorotan Indonesia Modification & Lifestyle Expo (IMX) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di ICE BSD City, Tangerang. Memasuki penyelenggaraan tahun kesembilan, IMX mengusung tema Next Gen Culture dengan mempertemukan modifikator, produsen komponen, komunitas, serta pelaku industri otomotif lokal dan internasional.

Peluang ekonominya cukup besar. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyebut pasar aftermarket otomotif Indonesia diperkirakan bernilai lebih dari Rp70 triliun dan diproyeksikan tumbuh 5–6,5 persen per tahun hingga 2032.

Besarnya pasar tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal. Namun, potensi pasar domestik tidak otomatis menjamin keberhasilan ekspor. Produsen tetap harus membuktikan kualitas produk, konsistensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, dan kemampuan memenuhi kebutuhan distributor di negara tujuan.

IMX 2026 Hadirkan 200 Mobil Modifikasi dan Tokoh Dunia

Salah satu program utama IMX 2026 adalah NMAA Ultimate Builder yang menghadirkan sekitar 200 mobil modifikasi hasil kurasi builder internasional Big Mike. Kendaraan yang ditampilkan mencakup beragam aliran, mulai dari Japanese Domestic Market (JDM), retro, stance, hingga street racing.

Ajang ini juga menghadirkan sejumlah tokoh otomotif Jepang, termasuk Keiichi Tsuchiya, Nobuteru Taniguchi, dan Max Orido. Kehadiran mereka memperluas ruang pertemuan antara builder Indonesia dan figur internasional yang memiliki pengalaman di dunia balap, modifikasi, serta pengembangan budaya otomotif.

Selain menjadi tempat memamerkan karya, IMX dapat dimanfaatkan produsen aftermarket untuk memperkenalkan produk, mengamati respons konsumen, dan menjajaki kerja sama bisnis.

Meski demikian, eksposur internasional perlu ditindaklanjuti dengan langkah komersial yang terukur, seperti pengiriman sampel, pengujian pasar, negosiasi distribusi, hingga realisasi pesanan.

Produk Aftermarket Lokal Perlu Unggul dalam Kualitas

Persaingan dengan merek asing tidak harus dimulai melalui perang harga. Produsen Indonesia dapat membangun keunggulan melalui desain khas, fleksibilitas produksi, layanan purnajual, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar yang spesifik.

Aksesori eksterior, komponen interior, produk detailing, serta komponen khusus untuk model kendaraan tertentu merupakan sejumlah kategori yang berpotensi dikembangkan. Produk yang memiliki spesifikasi jelas dan dapat diproduksi secara konsisten juga lebih berpeluang dipasarkan berulang kali dibandingkan karya yang hanya dibuat untuk satu proyek.

Namun, harga kompetitif dan desain menarik belum cukup. Konsumen serta distributor membutuhkan jaminan mutu, kompatibilitas kendaraan, informasi teknis, ketersediaan suku cadang, dan ketentuan garansi yang jelas.

Karena itu, salah satu pekerjaan penting industri modifikasi Indonesia adalah mengubah keahlian bengkel dan kreativitas builder menjadi produk terstandar dengan identitas merek yang kuat.

Legalitas dan Sertifikasi Menentukan Akses Pasar

Tantangan berikutnya adalah kepatuhan terhadap regulasi. Kendaraan yang menarik untuk dipamerkan belum tentu memenuhi seluruh persyaratan penggunaan di jalan umum. Demikian pula, komponen yang dapat digunakan pada satu jenis kendaraan atau negara belum tentu memenuhi ketentuan di pasar lain.

Di Indonesia, kustomisasi kendaraan bermotor antara lain diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 45 Tahun 2023. Sementara itu, PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan telah mengalami perubahan melalui PP Nomor 30 Tahun 2021.

Ketentuan teknis yang harus dipenuhi bergantung pada jenis kendaraan dan perubahan yang dilakukan. Untuk produk aftermarket yang dipasarkan ke luar negeri, produsen juga perlu memeriksa persyaratan pengujian, keselamatan, sertifikasi, dan dokumentasi di negara tujuan.

Persyaratan untuk aksesori dekoratif dapat berbeda dari persyaratan bagi komponen yang memengaruhi pengereman, kemudi, atau struktur kendaraan.

Kepatuhan bukan sekadar urusan administrasi. Dokumentasi teknis, kontrol kualitas, dan bukti pengujian dapat membantu membangun kepercayaan distributor sekaligus memperbesar peluang produk memasuki pasar internasional.

Dari Bengkel ke Bisnis Ekspor Berkelanjutan

Industri modifikasi memiliki peluang ekonomi yang melampaui jasa pengerjaan kendaraan. Pelaku usaha dapat mengembangkan komponen aftermarket, fabrikasi, restorasi, merchandise, lisensi desain, hingga kolaborasi dengan produsen dan distributor luar negeri.

Perbedaannya terletak pada kemampuan memperluas skala usaha. Jasa modifikasi umumnya menghasilkan pendapatan berdasarkan proyek, sedangkan produk yang terstandar berpotensi dijual berulang kali kepada pelanggan di berbagai wilayah.

Untuk mencapai tahap tersebut, pelaku usaha perlu menentukan produk unggulan, membangun sistem pengendalian mutu, melindungi merek dan desain, serta memilih negara tujuan berdasarkan permintaan dan regulasi.

IMX dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan produk dan membangun jejaring. Akan tetapi, keberhasilan ekspor baru dapat dinilai melalui indikator nyata, seperti kontrak distribusi, pesanan komersial, penjualan lintas negara, dan pembelian berulang.

IMX 2026 Jadi Panggung, Ekspor Menjadi Ujian

IMX 2026 memperlihatkan ruang kolaborasi yang semakin terbuka bagi industri modifikasi otomotif Indonesia. Dukungan komunitas, kreativitas builder, dan besarnya pasar aftermarket dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha lokal.

Namun, popularitas di pameran bukan ukuran tunggal daya saing global. Kemampuan menjaga kualitas, memenuhi standar keselamatan, membangun reputasi merek, dan memberikan layanan purnajual akan menentukan keberlanjutan bisnis.

Strategi yang realistis bukan menyaingi seluruh merek asing sekaligus, melainkan menguasai ceruk pasar tertentu, memperkuat keunggulan produk, dan memperluas distribusi secara bertahap.

Pada akhirnya, tantangan industri modifikasi Indonesia bukan sekadar membuat karya yang menarik perhatian dunia. Tantangan sesungguhnya adalah menjadikannya produk yang dipercaya konsumen, memenuhi persyaratan pasar tujuan, dan mampu menghasilkan penjualan ekspor secara berkelanjutan.

(antara/medcom/bpk/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN