Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
OTOMOTIF

Tesla Kehilangan Taji di AS? BYD Menggila, Musk Malah Bertaruh pada AI

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 16.20 WIB
tesla_kehilangan_taji_di_as_byd_menggila_musk_malah_bertaruh_pada_ai

Tesla Kehilangan Taji di AS? BYD Menggila, Musk Malah Bertaruh pada AI. (foto ilustrasi:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID (8/10/2026) — Penjualan Tesla di Amerika Serikat diperkirakan anjlok 31% pada kuartal III 2026, ketika insentif EV federal telah berakhir dan persaingan mobil listrik semakin sengit. Namun di saat bisnis mobil Tesla tertekan, Elon Musk justru mempercepat taruhan pada robotaxi, AI, dan robot humanoid.

Era Tesla sebagai raja mobil listrik tanpa pesaing berarti tampaknya memasuki babak baru.

Tesla mencatat 486.532 pengiriman kendaraan secara global pada kuartal III 2026, turun 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut memang melampaui ekspektasi analis sekitar 461.974 unit, tetapi pertumbuhan penjualan Tesla tetap menghadapi tekanan.

Tekanan paling terasa di pasar asalnya. Cox Automotive memperkirakan pengiriman Tesla di Amerika Serikat anjlok sekitar 31% menjadi 123.880 unit pada kuartal III. Pelemahan itu terjadi setelah kredit pajak EV federal senilai hingga US$7.500 berakhir pada September 2025.

Namun ceritanya tidak sepenuhnya negatif.

Di Eropa, penjualan Tesla justru mulai bangkit. Registrasi September melonjak 128,3% di Portugal, 61,9% di Prancis, 38,4% di Swedia, dan 24,8% di Spanyol secara tahunan.

Di tengah perbedaan tajam tersebut, muncul pertanyaan yang lebih besar: apakah Tesla sedang kehilangan momentum, atau justru sedang meninggalkan era mobil listrik untuk mengejar bisnis yang lebih besar?

AS Kehilangan Insentif, Tesla Kehilangan Salah Satu Mesin Permintaan

Berakhirnya insentif federal menjadi titik balik penting bagi pasar EV Amerika.

Kredit pajak hingga US$7.500 sebelumnya membantu menurunkan biaya efektif kendaraan listrik bagi konsumen. Setelah insentif berakhir, pasar EV AS menghadapi tekanan yang lebih besar.

Tesla ikut terdampak. Meski demikian, data yang dikutip The Wall Street Journal menunjukkan penjualan Tesla di AS selama delapan bulan pertama 2026 turun sekitar 16,2%, masih lebih baik dibandingkan penurunan sekitar 30,4% pada pasar EV AS secara keseluruhan.

Artinya, pelemahan Tesla tidak bisa semata-mata dibaca sebagai konsumen “meninggalkan Tesla”.

Ada faktor yang lebih luas: berakhirnya subsidi, perubahan permintaan, kondisi pasar EV, dan meningkatnya pilihan kendaraan listrik.

Tetapi setelah bertahun-tahun menjadi motor pertumbuhan Tesla, pasar AS kini tidak lagi memberikan dorongan yang sama.

BYD Makin Agresif, Persaingan EV Berubah Menjadi Global

Tekanan berikutnya datang dari kompetisi.

Nama BYD semakin sulit diabaikan.

Pada September 2026, penjualan global BYD mencapai 463.561 kendaraan, naik 17% secara tahunan. Lebih mencolok lagi, ekspor mobil penumpang dan pickup BYD melonjak 153,9% menjadi 179.877 unit.

Ini penting karena BYD tidak perlu langsung mengalahkan Tesla di Amerika Serikat untuk mengubah peta persaingan.

Pertarungan dapat berlangsung di Eropa, Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan pasar lain yang menjadi medan ekspansi produsen EV China.

Dengan ekspor yang semakin besar, BYD sedang mengubah persaingan EV dari pertarungan merek menjadi pertarungan skala global.

Tesla masih memiliki keunggulan besar dalam brand, jaringan pengisian, software, dan pengalaman produksi EV. Tetapi konsumen kini memiliki jauh lebih banyak pilihan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Eropa Justru Menjadi Titik Terang Tesla

Ironisnya, ketika Amerika Serikat menjadi sumber tekanan, sejumlah pasar Eropa justru memberikan kabar baik bagi Tesla.

Registrasi Tesla pada September meningkat tajam di beberapa negara Eropa. Portugal mencatat lonjakan 128,3%, Prancis 61,9%, Swedia 38,4%, dan Spanyol 24,8%. Norwegia dan Denmark juga mencatat pertumbuhan, masing-masing 2,2% dan 2,9%.

Pemulihan tersebut menunjukkan bahwa Tesla belum kehilangan daya tarik secara global.

Pasar Eropa juga menjadi penting bagi strategi Tesla berikutnya karena perusahaan tengah mendorong pengembangan fitur Full Self-Driving atau FSD.

Namun ekspansi FSD di Eropa masih menghadapi persoalan regulasi. Jerman mendorong percepatan persetujuan, sementara sejumlah negara Eropa masih memperdebatkan aspek teknis, keselamatan, dan tanggung jawab hukum.

Dengan demikian, Eropa bukan hanya medan perebutan penjualan mobil, tetapi juga arena pembuktian teknologi autonomous driving Tesla.

Hampir Semua Pengiriman Tesla Masih Bertumpu pada Model 3 dan Model Y

Ada satu fakta yang memperlihatkan tantangan Tesla dengan sangat jelas.

Dari 486.532 kendaraan yang dikirim pada kuartal III, sebanyak 478.237 unit merupakan Model 3 dan Model Y. Artinya, dua model tersebut menyumbang sekitar 98% pengiriman Tesla.

Ketergantungan ini merupakan kekuatan sekaligus risiko.

Model 3 dan Model Y telah menjadi produk massal Tesla dengan skala produksi yang besar. Namun jika pertumbuhan kedua model tersebut melambat, Tesla membutuhkan sumber pertumbuhan baru.

Dan di sinilah strategi perusahaan mulai berubah.

Tesla Tak Lagi Sekadar Menjual Mobil

Elon Musk semakin agresif memosisikan Tesla sebagai perusahaan AI fisik.

Fokusnya mulai melebar dari kendaraan listrik menuju:

- robotaxi dan kendaraan otonom;

- Full Self-Driving (FSD);

- Cybercab;

- robot humanoid Optimus;

- serta infrastruktur komputasi dan AI.

Tesla telah mulai membuat unit awal Cybercab, tetapi produksi massalnya belum tercapai dan target volume production 2026 telah ditunda. Tesla sedang membangun lini produksi Optimus dan menyiapkan produksi awal, tetapi robot tersebut belum menjadi produk komersial berskala besar. Namun, kedua proyek tersebut belum menghasilkan pendapatan yang sebanding dengan bisnis otomotif Tesla.

Di sinilah taruhan terbesar Tesla berada.

Jika mobil listrik adalah bisnis Tesla hari ini, maka AI dan robotika adalah taruhan Tesla untuk masa depan.

Tesla Sedang Mengubah Ukuran Kesuksesannya

Dulu, pertanyaan utama mengenai Tesla sederhana:

Berapa banyak mobil listrik yang bisa dijual?

Sekarang pertanyaannya mulai berubah:

Berapa banyak kendaraan yang dapat menjadi bagian dari jaringan autonomous driving?

Berapa banyak robotaxi yang bisa beroperasi secara komersial?

Bisakah Optimus menjadi produk massal?

Perubahan ini sangat penting karena robotaxi berpotensi mengubah mobil dari produk yang dijual satu kali menjadi aset yang menghasilkan pendapatan berulang melalui layanan transportasi.

Jika berhasil, model bisnis tersebut berpotensi jauh lebih besar daripada sekadar menjual mobil.

Namun risikonya juga lebih tinggi.

Tesla harus membuktikan bahwa teknologi autonomous driving dapat memenuhi tuntutan keselamatan dan regulasi, sementara robot humanoid harus membuktikan bahwa ia dapat diproduksi dalam skala besar dan memiliki pasar nyata.

Dengan kata lain, potensi AI Tesla sangat besar, tetapi sebagian besar nilai tersebut masih berada di masa depan.

Jadi, Apakah Era Keemasan Tesla Berakhir?

Belum tentu. Tetapi era Tesla yang hanya mengandalkan pertumbuhan penjualan mobil listrik jelas sedang berubah.

Angka Q3 2026 menunjukkan gambaran yang lebih kompleks: pengiriman global turun 2,1%, tekanan AS cukup besar, tetapi Tesla masih mengalahkan ekspektasi pasar dan mengalami pemulihan di sejumlah negara Eropa.

Pada saat yang sama, BYD mencatat pertumbuhan global 17% pada September dan meningkatkan ekspor lebih dari 150%.

Jadi, tantangan Tesla bukan hanya BYD versus Tesla.

Persaingan berikutnya adalah EV versus EV, software versus software, autonomous driving versus autonomous driving, hingga robot versus robot.

Dan Tesla sedang mencoba memastikan bahwa ketika era pertumbuhan mobil listrik melambat, perusahaan sudah memiliki bisnis berikutnya.

Masalahnya, pasar kini harus menilai Tesla berdasarkan dua hal sekaligus: bisnis mobil yang sedang menghadapi tekanan dan bisnis AI yang masih harus membuktikan skala komersialnya.

Itulah persimpangan terbesar Tesla pada 2026.

Bukan sekadar apakah Tesla masih bisa menjual lebih banyak mobil, tetapi apakah perusahaan mampu mengubah jutaan kendaraan menjadi fondasi bisnis AI, robotaxi, dan robotika berikutnya.

(teslainvestorrelations/prnewswire/irs/financialtimes/wsj/reuters/businessinsider/*/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN