Tuesday, October 6, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Tim Panjat Tebing Indonesia Alihkan Fokus ke Chile, Bidik Peringkat Dunia

Mistar.idSelasa, 6 Oktober 2026 pukul 16.01 WIB
tim_panjat_tebing_indonesia_alihkan_fokus_ke_chile_bidik_peringkat_dunia

Tim Panjat Tebing Indonesia. (foto: detik/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Tim panjat tebing Indonesia langsung mengalihkan perhatian ke agenda berikutnya setelah tampil di Asian Games 2026. Skuad speed kini membidik tambahan poin pada World Climbing Series di Santiago, Chile, yang berlangsung 23-25 Oktober 2026.

Pelatih tim speed Indonesia, Fitriyani, mengaku puas dengan penampilan para atlet di Nagoya. Meski demikian, sejumlah catatan masih perlu diperbaiki, terutama terkait konsistensi dan reaksi saat start.

Salah satu evaluasi datang dari penampilan Aditya Tri Syahria di nomor speed putra. Aditya sempat tampil impresif pada babak kualifikasi dengan menempati posisi teratas sekaligus memecahkan rekor Asian Games lewat catatan waktu 4,62 detik.

Namun, langkah Aditya terhenti di final setelah melakukan kesalahan start atau false start sehingga gagal membawa pulang medali.

"Aditya sudah rekor Asia dan di dunia, dia juga nomor dua tercepat. Tapi mungkin karena jam terbang dan pengendalian diri mungkin kita harus evaluasi ke depannya dan banyak berlatih reaksi start lagi," ujar Fitriyani saat memberikan keterangan kepada media.

Terlepas dari hasil tersebut, Fitriyani menyebut performa tim speed secara keseluruhan mencapai level terbaiknya di Asian Games 2026. Sejumlah atlet bahkan mampu mencatatkan waktu yang lebih baik dibandingkan hasil latihan.

Desak Made Rita Kusuma Dewi membukukan waktu 6,06 detik, sedangkan Aditya mencatat 4,62 detik. Veddriq Leonardo menorehkan 4,78 detik, sementara Berthdigna Devi Surya Kusuma finis di posisi kelima dengan catatan terbaik 6,49 detik.

"Alhamdulillah, peak performanya pas semua. Waktunya itu di luar latihan semua, itu naik semua. Kami sangat puas dan mungkin harus lebih berbenah lagi ke depannya," kata Fitriyani.

Setelah Asian Games, perhatian tim kini tertuju pada World Climbing Series di Santiago. Kompetisi tersebut menjadi salah satu kesempatan terakhir musim ini bagi para atlet untuk mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi di klasemen dunia.

Fitriyani menjelaskan Desak Made Rita sebelumnya melewatkan dua seri di Guiyang dan Chongqing karena memprioritaskan persiapan Asian Games. Kondisi tersebut membuat perolehan poinnya mengalami penurunan dan kini berada di peringkat ketiga dunia.

"Desak kemarin enggak ikut dua series karena fokus ke Asian Games, Guiyang dan Chongqing, jadi poinnya turun. Sementara ini di peringkat tiga. Ini harus ikut biar naik peringkat lagi," ujar Fitriyani.

Indonesia juga membawa Robby Al Hilmi Antasyafi dan Nursamsa Raharjati untuk mengejar posisi terbaik di klasemen akhir. Robby saat ini berada di peringkat ketiga, sedangkan Raharjati menempati posisi keempat.

"Robby dan Raharjati masih bisa naik lagi tergantung hasil Chile," tambah Fitriyani, yang merupakan peraih medali emas Asian Games 2018.

Selain mengejar peringkat dunia musim ini, tim panjat tebing Indonesia mulai mempersiapkan target yang lebih besar, yakni kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Rangkaian kualifikasi tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada April 2027. Indonesia akan menghadapi empat turnamen kualifikasi dengan kuota yang ditentukan berdasarkan negara dan kawasan.

Ia optimistis Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bersaing. Selain catatan waktu yang kompetitif, sejumlah atlet senior seperti Rajiah Sallsabillah, Berthdigna Devi Surya Kusuma, Kadek Adi Asih, dan Veddriq Leonardo masih diproyeksikan menjadi bagian penting dalam persiapan menuju kualifikasi Olimpiade.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN