PBSI Umumkan FajRi Resmi Bubar, Fajar Kini Dipasangkan dengan Shohibul Fikri

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto. (foto:pbsi/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Dunia bulu tangkis Indonesia dikejutkan dengan kabar perpisahan pasangan ganda putra andalan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, setelah 11 tahun bersama menorehkan tinta emas di panggung internasional.
Duet berjuluk FajRi ini resmi berpisah di pertengahan tahun 2025, menandai berakhirnya era keemasan salah satu pasangan paling solid yang pernah dimiliki Indonesia.
Keputusan ini dikonfirmasi oleh PP PBSI dan menjadi bagian dari rotasi regenerasi di sektor ganda putra.
Fajar kini dipasangkan secara permanen dengan Muhammad Shohibul Fikri, sementara Rian akan menjalani kombinasi baru dengan Yeremia Rambitan dan Rahmat Hidayat.
Perjalanan 11 Tahun yang Penuh Prestasi
Fajar dan Rian memulai duet sejak 2014 sebagai bagian dari program regenerasi PBSI era 2012–2016. Mereka meniti karier dari turnamen level bawah hingga menembus tim SEA Games 2017.
Nama keduanya mulai dikenal luas usai tampil di Asian Games 2018, saat berhasil menciptakan All Indonesian Final melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan meraih medali perak.
Sejak itu, Fajar/Rian menjadi pilar utama ganda putra Indonesia. Mereka turut mengantarkan Indonesia menjuarai Thomas Cup 2020 (2021), dan sukses menduduki peringkat satu dunia pada Desember 2022.
Daftar Prestasi Gemilang Fajar/Rian Selama 11 Tahun
Fajar/Rian meraih sederet gelar bergengsi:
- All England Champion 2023 & 2024 (back-to-back)
- Medali Perunggu Kejuaraan Dunia 2019 & 2023
- Thomas Cup 2020 (2021) – Menyumbang poin di final
- Final Asian Games 2018
- 12 Gelar BWF World Tour di berbagai level (Super 1000, 750, dan 500)
Mereka juga akhirnya tampil di Olimpiade Paris 2024, meski langkahnya terhenti di babak perempat final.
Alasan Perpisahan FajRi
Perpisahan ini bermula saat Rian mengajukan izin rehat karena urusan keluarga pada pertengahan 2025. Sementara itu, Fajar sempat dipasangkan dengan Shohibul Fikri menggantikan Daniel Marthin yang cedera.
Duet baru ini langsung menunjukkan performa menjanjikan, menjuarai China Open 2025, hingga akhirnya ditetapkan sebagai pasangan permanen.
Pelatih Kepala Ganda Putra PBSI, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan rotasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
“Kami mencari komposisi terbaik untuk regenerasi dan kontinuitas prestasi ganda putra Indonesia,” ujar Antonius di Pelatnas PBSI Cipayung, seperti dilansir, Selasa (4/11/2025).
Lewat unggahan Instagram pribadinya, Fajar menulis pesan menyentuh untuk Rian:
“11 tahun kita berbagi satu mimpi, satu lapangan, satu semangat. Kini jalan kita berpisah, bukan karena kehilangan arah, tapi karena takdir meminta kita tumbuh dengan cara berbeda.”
Unggahan itu langsung dibanjiri komentar haru dari para penggemar, yang menyebut FajRi sebagai simbol kerja keras dan loyalitas.
Kini, Fajar/Fikri menjadi andalan baru ganda putra Indonesia dan telah menembus 10 besar dunia, sementara Rian diharapkan menjadi mentor bagi tandem barunya.
Perpisahan ini bukan akhir, melainkan langkah strategis untuk membuka babak baru kejayaan bulu tangkis Indonesia.
Dengan dukungan penuh PBSI dan masyarakat, publik berharap Fajar dan Rian akan terus menulis sejarah baru, baik bersama pasangan baru maupun sebagai inspirasi generasi penerus.
Fajar/Fikri berpotensi menembus Top 5 BWF 2026 dan jadi kandidat kuat di Olimpiade 2028. Sementara Rian/Yeremia masih perlu waktu membangun chemistry, namun punya peluang besar di turnamen Super 500.
Para analis memprediksi, skenario terbaik PBSI adalah memiliki tiga pasangan elite di 2026 agar bisa mendominasi sektor ganda putra dunia. (hm16)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















