Legenda PSMS Ronny Pasla Tutup Usia

Legenda PSMS Ronny Pasla. (Foto: Istimewa/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kabar duka datang dari dunia sepakbola Indonesia. Legenda sepakbola tanah air sekaligus pemain PSMS, Ronny Pasla, menghembuskan nafas terakhirnya di usia 79 tahun pada Senin (24/11/2025) dini hari tadi.
Ronny yang meninggalkan enam orang anak rencananya disemayamkan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ronny Pasla merupakan penjaga gawang kelahiran 15 April 1947, salah satu penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia. Dalam karirnya di klub, Ronny Pasla pernah bermain di PSMS sejak 1967 hingga 1973.
Bersama PSMS, Ronny yang bermain sebagai seorang penjaga gawang pernah memberikan prestasi pada Piala Soeratin tahun 1967, Piala Perserikatan tahun 1967 dan 1971 dan Marah Halim Cup pada tahun 1972 dan 1973.
Sementara itu di level internasional bersama Timnas Indonesia, Ronny pernah mempersembahkan King's Cup pada tahun 1969, Pesta Sukan Cup pada tahun 1972 dan Turnamen Merdeka pada tahun 1969.
Ronny Pasla memiliki tempat tersendiri di hati para penggemar PSMS. Ketua Umum Smeck Hooligan Lawren Simorangkir menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian Ronny Pasla.
"Kami dari Smeck Hooligan mengucapkan turut berduka atas kepergian legenda sepakbola Indonesia dan PSMS Ronny Pasla, semoga arwah diterima disisi Tuhan yang Maha Esa," ujarnya kepada Mistar siang ini.
Lawren berharap PSMS yang sore nanti akan bertanding melawan Sumsel United FC dalam lanjutan Championship dapat meraih kemenangan. Tiga poin dari Sumsel United diharapkan menjadi kado perpisahan yang manis untuk Ronny Pasla.
"Tentunya kemenangan hari ini (lawan Sumsel) bisa kita peroleh dan menjadi kado manis untuk legenda kita. Juga bagi seluruh pendukung PSMS," ucapnya.
Lawren berharap pemain PSMS menggunakan pita hitam di lengan saat bertanding melawan Sumsel United FC sore hari nanti.
"Kalau bisa nanti lawan Sumsel pemain bisa pakai pita hitam di lengan sebagai bentuk duka atas kepergian legenda kita ini," ucapnya.
Lawren juga berharap agar manajemen PSMS bisa menunjukkan rasa kepeduliannya.
"Legenda kita ini banyak, kita harap manajemen kita yang saat ini bisa menunjukkan kepeduliannya, atau setidaknya bisa mengingat para legenda-legenda kita," katanya. (iqbal)
























