Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Kisah Atlet Asal Siantar Raih Emas SEA Games 2025

Mistar.idJumat, 19 Desember 2025 pukul 11.12 WIB
kisah_atlet_asal_siantar_raih_emas_sea_games_2025

Orang tua Riyan, Santina br Siregar. (Foto: Hamzah/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kisah kebahagiaan tak berhenti mengalir ke sebuah kontrakan sederhana di gang sempit Jalan Cornel Simbolon, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar. Sejak pagi, ponsel milik Santina br Siregar, 52 tahun, terus berdering, dipenuhi panggilan dan pesan ucapan selamat dari sanak saudara.

Putra sulungnya, Riyan Jefri H Lumbanbatu (Marbun), baru saja menorehkan sejarah dengan mempersembahkan medali emas SEA Games 2025 Thailand untuk Indonesia. Prestasi itu sekaligus mengharumkan nama Kota Pematangsiantar di kancah olahraga Asia Tenggara.

Saat ditemui pada 18 Desember 2025 di kediamannya, senyum Santina tak pernah pudar. Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah ibu rumah tangga tersebut sejak membuka pintu rumah kecilnya.

Santina mengisahkan detik-detik menegangkan ketika menyaksikan langsung perjuangan Riyan Jefri di arena kickboxing Bangkok. Air mata haru tak terbendung sejak babak awal hingga partai puncak.

"Kami menangis dari awal nonton. Dari penyisihan sampai semifinal rasanya berat sekali, banyak hal yang membuat kami khawatir. Di final, babak pertama dan kedua itu jantung rasanya mau copot. Tapi 33 detik terakhir, Puji Tuhan, Dia menolong kami," tuturnya dengan suara masih bergetar.

Keraguan sempat menghampiri keluarga, terlebih setelah sejumlah atlet kickboxing Indonesia harus tersingkir lebih dulu dan muncul berbagai kendala yang dialami tim selama SEA Games 2025 Thailand berlangsung.

"Lawan tuan rumah itu berat. Kami pikir kalau anak saya kalah, ya sudah. Tapi ternyata di detik-detik akhir kami semua berteriak kegirangan. Tetangga sampai kaget," ujar Santina sambil berkali-kali menyebut campur tangan Tuhan dalam kemenangan putranya.

Di balik medali emas tersebut, tersimpan kisah perjuangan panjang. Riyan Jefri menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) intensif selama satu tahun terakhir. Namun di tengah persiapan, keluarga dilanda duka setelah sang ayah, Nelson Marbun, meninggal dunia pada Desember 2024.

Sejak kepergian ayahnya, Riyan Jefri otomatis memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga. Ia menggantikan peran sang ayah untuk menghidupi empat adiknya yang masih bersekolah dan kuliah.

"Dia sekarang jadi pengganti bapaknya. Tapi dia anak yang sangat bertanggung jawab dan sayang adik-adiknya," kata Santina.

Sebagai anak sulung, Riyan Jefri dikenal memiliki kebiasaan khusus setiap kali akan berlaga di kejuaraan. Sebuah ritual sederhana, namun sarat makna.

"Dia selalu bilang, doakan aku, Mak. Biasanya sebelum berangkat tanding dia cuci kakiku. Saya sebenarnya ingin ke Jakarta, tapi dia bilang lebih baik uangnya dipakai untuk kebutuhan adik-adiknya. Dia yakin semuanya karena karunia Tuhan," ucap Santina.

Usai memastikan medali emas SEA Games 2025, Riyan Jefri kini telah kembali ke Jakarta. Namun komunikasi dengan keluarga di Siantar tak pernah terputus.

“Dia bilang ke saya, Mak, mungkin ini kado Natal untuk almarhum Bapak," ujar Santina lagi.

Tak berhenti pada prestasi pribadi, Riyan Jefri juga berniat berbagi. Ia berencana menyisihkan 10 persen dari bonus medali emas yang akan diterimanya untuk anak yatim, fakir miskin, serta saudara-saudara yang hidup di jalanan.

Dari rumah kontrakan di gang sempit Kota Pematangsiantar hingga podium tertinggi SEA Games 2025 Thailand, perjalanan Riyan Jefri H Lumbanbatu menjadi potret nyata bahwa ketekunan, iman, dan pengorbanan keluarga mampu melahirkan juara sejati. (Hamzah)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN