Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Drama Menit Akhir! Penalti Kaars Selamatkan St. Pauli dari Kekalahan Lawan RB Leipzig

Mistar.idRabu, 28 Januari 2026 pukul 08.41 WIB
drama_menit_akhir_penalti_kaars_selamatkan_st_pauli_dari_kekalahan_lawan_rb_leipzig

Ilustrasi, Drama Menit Akhir! Penalti Kaars Selamatkan St. Pauli dari Kekalahan Lawan RB Leipzig. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

FC St. Pauli Hamburg harus berjuang hingga detik terakhir untuk mengamankan satu poin saat menjamu RB Leipzig pada putaran ke-16 Bundesliga 2025/2026. Bertanding di Millerntor-Stadion, Rabu (28/1/2026) pagi WIB, laga berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1, dengan drama penalti di masa injury time menjadi penentu hasil akhir.

RB Leipzig sempat berada di ambang kemenangan berkat gol spektakuler Yan Diomande pada babak kedua. Namun, harapan tim tamu buyar setelah Martijn Kaars dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit ke-90+3 dan memaksa laga berakhir imbang.

Leipzig Dominan, St. Pauli Bertahan Solid

Sejak menit awal, RB Leipzig tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan intensitas serangan. Kombinasi Antonio Nusa, Yan Diomande, dan Xaver Schlager beberapa kali merepotkan lini belakang St. Pauli.

Peluang emas pertama datang pada menit ke-8 ketika tembakan jarak jauh Schlager membentur tiang kanan gawang. Leipzig terus menekan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta penampilan gemilang kiper Nikola Vasilj membuat skor tetap bertahan 0-0 hingga turun minum.

Di sisi lain, St. Pauli mengandalkan serangan balik cepat melalui Ricky-Jade Jones dan Joel Chima Fujita. Meski beberapa kali masuk ke area berbahaya, rapatnya pertahanan Leipzig membuat tuan rumah kesulitan menciptakan peluang bersih.

Gol Indah Diomande Pecah Kebuntuan

Kebuntuan akhirnya terpecahkan pada menit ke-66. Berawal dari situasi sepak pojok, bola jatuh ke kaki Yan Diomande di luar kotak penalti. Tanpa ragu, winger Leipzig itu melepaskan tembakan kaki kanan keras yang meluncur ke sudut kiri atas gawang.

Menariknya, gol tersebut tercipta dari peluang dengan expected goals (xG) hanya 0,08, namun memiliki kualitas tembakan tinggi dengan xG on Target (xGOT) 0,76. Gol ini menjadi bukti efektivitas Leipzig dalam memanfaatkan momen.

Setelah unggul, Leipzig berusaha mengontrol tempo permainan melalui sejumlah pergantian pemain. Tekanan St. Pauli sempat mereda, namun situasi berubah di sepuluh menit terakhir.

Tekanan Tuan Rumah dan Penalti Kontroversial

Didorong dukungan penuh publik Millerntor-Stadion, St. Pauli mulai meningkatkan intensitas serangan. Peluang emas hadir pada menit ke-90 ketika sundulan Martijn Kaars masih mampu digagalkan oleh kiper Leipzig, Péter Gulácsi.

Drama memuncak di menit 90+2. Kaars dijatuhkan David Raum di dalam kotak penalti saat mencoba merebut bola. Wasit langsung menunjuk titik putih meski sempat terjadi protes dari pemain Leipzig.

Satu menit kemudian, Kaars menebus kegagalan sebelumnya. Dengan eksekusi tenang ke sudut kiri bawah gawang, ia mengecoh Gulácsi dan mengubah skor menjadi 1-1. Penalti tersebut memiliki xG 0,79, menegaskan besarnya peluang yang berhasil dimanfaatkan St. Pauli.

Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang. Leipzig harus puas membawa pulang satu poin, sementara St. Pauli merayakan hasil imbang yang terasa seperti kemenangan.

Hasil Imbang dengan Makna Berbeda

Bagi St. Pauli, satu poin ini menunjukkan mental pantang menyerah dan efektivitas tekanan di menit-menit akhir. Sementara bagi RB Leipzig, hasil ini terasa pahit karena gagal mempertahankan keunggulan meski tampil dominan sepanjang laga.

Bundesliga kembali menghadirkan drama khasnya—di mana satu kesalahan kecil di detik akhir bisa mengubah segalanya.

(fortmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN