Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Drama Klasik di Emirates! Arsenal Tumbang 2-3 dari Manchester United

Mistar.idSenin, 26 Januari 2026 pukul 08.12 WIB
drama_klasik_di_emirates_arsenal_tumbang_23_dari_manchester_united

Ilustrasi, Drama Klasik di Emirates! Arsenal Tumbang 2-3 dari Manchester United. (foto:goal/google/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pertandingan Arsenal vs Manchester United pada pekan ke-23 Liga Premier 2025/2026 di Emirates Stadium, London, Senin (26/1/2026) dini hari WIB, menghadirkan drama kelas atas yang pantas disebut sebagai salah satu laga terbaik musim ini. Manchester United secara mengejutkan menumbangkan pemuncak klasemen Arsenal dengan skor tipis 3-2 lewat comeback penuh mental dan kualitas.

Hasil ini bukan sekadar kemenangan biasa. Bagi United, tiga poin di Emirates menjadi pernyataan serius dalam persaingan papan atas. Sebaliknya, Arsenal harus menelan pil pahit karena gagal memaksimalkan dominasi dan peluang untuk menjauh dari kejaran Manchester City.

Arsenal Dominan, Kesalahan Fatal Jadi Titik Balik

Arsenal langsung tampil agresif sejak menit awal. Penguasaan bola mencapai 67 persen di 15 menit pertama menjadi cerminan kontrol permainan pasukan Mikel Arteta. Declan Rice dan Martin Ødegaard mengatur tempo, sementara Bukayo Saka menjadi ancaman utama dari sisi kanan.

Tekanan tuan rumah akhirnya berbuah pada menit ke-29. Sepakan Ødegaard dari dalam kotak penalti berubah arah setelah mengenai Lisandro Martinez dan berujung gol bunuh diri. Arsenal unggul 1-0, Emirates bergemuruh, dan laga tampak berada dalam kendali Meriam London.

Namun, dominasi itu tak diiringi ketenangan. Kesalahan fatal terjadi pada menit ke-37 saat Martin Zubimendi mengirim backpass ceroboh. Bryan Mbeumo membaca situasi dengan sempurna, mencuri bola, dan menaklukkan David Raya untuk menyamakan kedudukan. Skor 1-1 menutup babak pertama, sekaligus mengubah momentum pertandingan.

Efektivitas United di Babak Kedua

Manchester United tampil jauh lebih percaya diri selepas jeda. Hanya lima menit babak kedua berjalan, Patrick Dorgu mencetak gol spektakuler. Berawal dari kerja sama satu-dua dengan Bruno Fernandes, Dorgu melepaskan tembakan keras yang membentur mistar sebelum masuk ke gawang Arsenal.

Tertinggal 1-2, Arteta mengambil langkah berani. Empat pergantian sekaligus dilakukan pada menit ke-58, memasukkan Mikel Merino, Viktor Gyökeres, Eberechi Eze, dan Ben White. Tekanan Arsenal meningkat drastis, tercermin dari total 1,20 expected goals (xG) yang mereka hasilkan sepanjang laga.

Peluang demi peluang tercipta melalui Saka, Rice, dan Merino. United bertahan dalam blok rendah, mengandalkan transisi cepat dan disiplin lini belakang untuk meredam gempuran tuan rumah.

Gol Balasan Arsenal dan Jawaban Cepat Cunha

Upaya Arsenal akhirnya berbuah hasil pada menit ke-84. Dari situasi sepak pojok, kemelut di depan gawang dimanfaatkan Mikel Merino untuk mencetak gol penyeimbang. Skor berubah menjadi 2-2 dan Emirates kembali bergemuruh, menanti akhir dramatis.

Namun, Manchester United menunjukkan mental baja. Hanya tiga menit berselang, Kobbie Mainoo mengirim umpan terukur kepada Matheus Cunha. Tanpa ragu, Cunha melepaskan sepakan melengkung ke sudut bawah gawang David Raya. Gol indah dengan xG rendah itu justru menjadi penentu kemenangan Setan Merah.

Di sisa waktu tambahan, Arsenal mengerahkan seluruh tenaga. Sejumlah peluang hadir, termasuk dari Gyökeres dan Saka, tetapi kiper United, Lammens, tampil tenang hingga peluit panjang dibunyikan pada menit ke-98.

Fakta Menarik Arsenal vs Manchester United

Arsenal kebobolan tiga gol dalam satu laga Liga Premier untuk pertama kalinya sejak Desember 2023, mengakhiri rentetan 83 pertandingan tanpa kebobolan tiga gol.

Manchester United sukses mengalahkan Manchester City dan Arsenal dalam dua pekan beruntun, pencapaian penting dalam persaingan empat besar.

Bryan Mbeumo menjadi pemain United pertama sejak Marcus Rashford musim 2022/2023 yang mencetak gol ke gawang Arsenal, Manchester City, dan Liverpool dalam satu musim Liga Inggris.

Arsenal kini telah mencetak 15 gol dari situasi bola mati musim ini, terbanyak di Liga Premier.

Kemenangan ini mengangkat Manchester United ke peringkat keempat klasemen sementara, melewati Chelsea dan Liverpool, sementara Arsenal gagal menjauh dari kejaran Manchester City di puncak klasemen.

Penutup: Kekalahan ini menjadi peringatan bagi Arsenal. Dominasi penguasaan bola dan peluang tak selalu berbanding lurus dengan hasil jika kesalahan individual masih terjadi. Di sisi lain, Manchester United menunjukkan efisiensi, keberanian, dan mentalitas yang kerap menjadi pembeda dalam laga-laga besar.

Jika perburuan gelar Liga Premier musim ini ditentukan oleh momen krusial, maka kemenangan dramatis United di Emirates berpotensi menjadi salah satu titik balik paling menentukan.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN