Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Brasil Pamer Kekuatan! Vinicius Junior Bersinar, Panama Dibantai 6-2 di Maracana

Mistar.idSenin, 1 Juni 2026 pukul 14.34 WIB
brasil_pamer_kekuatan_vinicius_junior_bersinar_panama_dibantai_62_di_maracana

Ilustrasi, Brasil Pamer Kekuatan! Vinicius Junior Bersinar, Panama Dibantai 6-2 di Maracana. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Brasil menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukungnya di Stadion Maracana, Senin (1/6/2026) pagi WIB, Selecao tampil menggila saat membungkam Panama dengan skor telak 6-2 dalam laga persahabatan internasional.

Kemenangan ini terasa semakin spesial karena diraih saat Brasil tidak diperkuat sejumlah pemain bintang, termasuk Neymar, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Gabriel Martinelli. Namun absennya nama-nama besar tersebut sama sekali tidak mengurangi daya ledak pasukan Carlo Ancelotti.

Sebaliknya, pertandingan ini justru menjadi panggung bagi kedalaman skuad Brasil yang terlihat semakin matang menjelang putaran final Piala Dunia 2026.

Vinicius Membuka Pesta Gol Brasil

Laga baru berjalan dua menit ketika Maracana bergemuruh. Vinicius Junior langsung membawa Brasil unggul melalui gol indah yang memperlihatkan kualitas kelas dunia yang dimilikinya.

Menerima umpan Casemiro, penyerang Real Madrid itu melakukan akselerasi cepat sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut kiri atas gawang Panama. Kiper Orlando Mosquera hanya bisa terpaku menyaksikan bola bersarang ke dalam gawangnya.

Gol cepat tersebut membuat Brasil tampil semakin percaya diri. Panama yang mencoba keluar dari tekanan justru dipaksa lebih banyak bertahan menghadapi gelombang serangan tuan rumah.

Namun tim tamu tidak menyerah begitu saja.

Pada menit ke-14, Panama berhasil menyamakan kedudukan melalui situasi bola mati. Tendangan bebas Amir Murillo mengenai tubuh Matheus Cunha dan berbelok arah sehingga mengecoh Alisson Becker. Gol bunuh diri itu membuat skor berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut sempat memberi harapan bagi Panama sekaligus membuktikan bahwa mereka datang ke Maracana bukan sekadar menjadi pelengkap pertandingan.

Casemiro Tunjukkan Peran Kapten Sejati

Setelah sempat kehilangan momentum, Brasil kembali mengambil kendali permainan. Dominasi penguasaan bola dan tekanan yang terus menerus akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum.

Pada menit ke-39, Vinicius kembali menjadi motor serangan. Aksinya melewati dua pemain Panama di sisi kiri diakhiri dengan umpan berbahaya ke depan gawang yang berhasil disambut sundulan Casemiro.

Gol tersebut sempat diperiksa melalui VAR karena dugaan offside, namun wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.

Keunggulan 2-1 menutup babak pertama sekaligus memberi ketenangan bagi skuad Carlo Ancelotti sebelum memasuki paruh kedua pertandingan.

Rotasi Besar Ancelotti Berbuah Hujan Gol

Jika babak pertama menunjukkan kualitas individu Brasil, maka babak kedua menjadi bukti kedalaman skuad yang dimiliki Selecao.

Ancelotti melakukan rotasi besar dengan memasukkan sejumlah pemain baru, termasuk Lucas Paqueta, Endrick, Igor Thiago, Rayan, Danilo, hingga Ederson.

Alih-alih kehilangan ritme, Brasil justru tampil semakin tajam.

Gol ketiga lahir pada menit ke-53 melalui Rayan. Penyerang muda tersebut memanfaatkan kesalahan Panama sebelum melepaskan tembakan melengkung ke gawang yang kosong.

Tujuh menit berselang, Lucas Paqueta ikut mencatatkan namanya di papan skor. Tendangannya yang sempat membentur pemain bertahan Panama berubah arah dan mengecoh Mosquera untuk membawa Brasil unggul 4-1.

Tekanan tuan rumah belum berhenti.

Pada menit ke-63, Brasil mendapatkan hadiah penalti setelah Igor Thiago dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Penyerang Brentford itu maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk mengubah skor menjadi 5-1.

Maracana kembali bergemuruh saat Danilo menambah penderitaan Panama pada menit ke-81. Memanfaatkan umpan brilian Paqueta, Danilo menunjukkan ketenangan luar biasa sebelum menaklukkan kiper lawan dari jarak dekat.

Gol tersebut membuat Brasil unggul telak 6-1.

Panama Pulang dengan Kepala Tegak

Meski tertinggal jauh, Panama tetap menunjukkan semangat juang hingga menit-menit akhir.

Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-84 ketika Carlos Harvey mencetak salah satu gol terbaik dalam pertandingan.

Dari luar kotak penalti, Harvey melepaskan tembakan keras yang meluncur deras ke sudut kiri atas gawang Ederson. Gol spektakuler tersebut menjadi penutup manis bagi perjuangan Panama yang tak pernah berhenti mencoba menyerang.

Skor 6-2 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Vinicius dan Paqueta Jadi Pembeda

Di antara banyak pemain yang tampil impresif, Vinicius Junior dan Lucas Paqueta layak mendapat sorotan khusus.

Vinicius menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Panama sepanjang babak pertama. Satu gol dan satu assist yang dicatatkannya hanya sebagian kecil dari kontribusi besarnya dalam membongkar lini belakang lawan.

Sementara itu, Paqueta memberikan dampak instan setelah masuk dari bangku cadangan. Selain mencetak gol, mantan gelandang West Ham tersebut juga menyumbang assist cantik yang berujung gol Danilo.

Keduanya menjadi simbol kreativitas dan kedalaman kualitas yang kini dimiliki Brasil.

Statistik Menegaskan Dominasi Brasil

Kemenangan besar ini bukan sekadar hasil yang terlihat di papan skor. Statistik pertandingan menunjukkan betapa dominannya Selecao sepanjang laga.

Brasil melepaskan 20 tembakan dengan 12 di antaranya tepat sasaran. Angka tersebut menghasilkan expected goals (xG) sebesar 3,46.

Sebaliknya, Panama hanya mampu mencatatkan 16 percobaan dengan sembilan yang mengarah ke gawang serta xG sebesar 0,56.

Data tersebut menggambarkan bahwa Brasil bukan hanya lebih banyak menyerang, tetapi juga jauh lebih efektif dalam menciptakan peluang berbahaya.

Sinyal Positif Menuju Piala Dunia

Bagi Carlo Ancelotti, kemenangan ini menjadi modal penting dalam mempersiapkan Brasil menuju Piala Dunia 2026.

Lebih dari sekadar skor besar, pertandingan ini memperlihatkan bahwa Selecao memiliki banyak opsi di setiap lini. Mereka mampu mencetak enam gol melalui enam pemain berbeda dan tetap tampil agresif meski melakukan rotasi besar pada babak kedua.

Fakta bahwa Brasil mampu tampil seimpresif ini tanpa sejumlah pemain inti menunjukkan betapa dalam dan kompetitifnya skuad yang dimiliki Ancelotti.

Jika performa seperti ini terus berlanjut, Brasil akan menjadi salah satu tim yang paling ditakuti saat Piala Dunia 2026 dimulai.

Sementara itu, Panama harus segera bangkit dan mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Republik Dominika. Meski kalah telak, mereka tetap menunjukkan karakter dan keberanian yang bisa menjadi modal berharga menghadapi tantangan selanjutnya.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN