AS Bungkam Senegal 3-2! Pulisic Bersinar, Mane Mengamuk, Balogun Jadi Penentu Jelang Piala Dunia 2026

Ilustrasi, AS Bungkam Senegal 3-2! Pulisic Bersinar, Mane Mengamuk, Balogun Jadi Penentu Jelang Piala Dunia 2026. (foto:theguardian/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Amerika Serikat mengirim pesan kuat menjelang Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Senegal dengan skor 3-2 dalam laga persahabatan internasional di Bank of America Stadium, Charlotte, Senin (1/6/2026) pagi WIB.
Pertandingan yang awalnya tampak mudah bagi tuan rumah berubah menjadi duel penuh drama. Amerika Serikat sempat unggul dua gol, kemudian kehilangan keunggulan akibat kebangkitan Senegal yang dipimpin Sadio Mane, sebelum akhirnya memastikan kemenangan melalui gol penentu Folarin Balogun.
Laga ini tidak hanya menghadirkan lima gol, tetapi juga dua gol yang dianulir, pergantian pemain dalam jumlah besar, hingga tekanan sengit Senegal pada menit-menit akhir. Semua elemen yang muncul di Charlotte memberikan gambaran menarik tentang kesiapan kedua tim menuju pesta sepak bola terbesar di dunia.
Awal Sempurna Amerika Serikat
Sejak peluit awal dibunyikan, skuad Mauricio Pochettino langsung menunjukkan intensitas tinggi. Tim tuan rumah bermain agresif dan mampu memanfaatkan setiap celah yang muncul di pertahanan Senegal.
Gol pembuka tercipta pada menit ketujuh melalui kombinasi apik antara Christian Pulisic dan SergiƱo Dest. Berawal dari pergerakan cerdas Ricardo Pepi yang membuka ruang, Pulisic menyelinap di belakang garis pertahanan Senegal sebelum mengirimkan umpan matang kepada Dest. Tanpa kesulitan berarti, pemain yang beroperasi di sisi kanan itu menuntaskan peluang dari jarak dekat untuk membawa AS unggul 1-0.
Keunggulan tersebut membuat permainan Amerika Serikat semakin hidup. Dominasi mereka akhirnya kembali membuahkan hasil pada menit ke-20.
Kali ini giliran Pulisic yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari umpan terobosan Pepi, pemain AC Milan itu menunjukkan kualitas individu dengan melewati kiper Mory Diaw sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Pulisic tetap menjadi sosok sentral dalam permainan Amerika Serikat. Setelah berperan sebagai kreator pada gol pertama, ia langsung bertransformasi menjadi eksekutor yang mematikan.
Senegal Bangkit Lewat Magis Sadio Mane
Tertinggal dua gol tidak membuat Senegal kehilangan arah. Perlahan tetapi pasti, tim asuhan Pape Thiaw mulai menemukan ritme permainan mereka.
Momentum kebangkitan datang menjelang turun minum. Habib Diarra melakukan aksi individu impresif dengan membawa bola dari area pertahanannya hingga mendekati kotak penalti Amerika Serikat. Melihat pergerakan cerdas Sadio Mane, Diarra mengirimkan umpan yang langsung disambut sang kapten dengan penyelesaian akurat ke sudut bawah gawang.
Gol tersebut mengubah atmosfer pertandingan.
Jika pada 30 menit awal Amerika Serikat terlihat mendominasi, maka menjelang akhir babak pertama Senegal mulai menunjukkan mengapa mereka dianggap sebagai salah satu kekuatan utama Afrika menjelang Piala Dunia 2026.
Pergantian Massal yang Mengubah Jalannya Laga
Salah satu momen paling menarik terjadi saat jeda pertandingan.
Mauricio Pochettino melakukan 10 pergantian pemain sekaligus, sebuah keputusan yang jarang terlihat bahkan dalam laga persahabatan internasional. Langkah itu menunjukkan bahwa tujuan utama pertandingan bukan hanya meraih kemenangan, tetapi juga mengevaluasi kedalaman skuad menjelang turnamen besar.
Namun, perubahan besar tersebut ternyata berdampak langsung terhadap ritme permainan Amerika Serikat.
Baru beberapa menit babak kedua berjalan, AS sempat merayakan gol ketiga melalui Folarin Balogun. Namun wasit membatalkannya karena offside.
Tak lama kemudian, Senegal berhasil memanfaatkan situasi yang kurang solid di lini belakang lawan. Kesalahan koordinasi antara kiper debutan Chris Brady dan bek Miles Robinson membuka peluang bagi Nicolas Jackson untuk melakukan tekanan. Bola liar yang tercipta kemudian dimanfaatkan Mane untuk mencetak gol keduanya dan menyamakan skor menjadi 2-2.
Dalam hitungan menit, pertandingan yang semula berada dalam kendali tuan rumah berubah menjadi terbuka sepenuhnya.
Balogun Menjawab Kritik
Amerika Serikat sempat kembali frustrasi ketika gol Malik Tillman dianulir akibat pelanggaran yang dianggap dilakukan Balogun dalam proses terciptanya gol.
Namun striker yang kini menjadi salah satu tumpuan lini depan AS itu tidak membutuhkan waktu lama untuk membalas kekecewaan tersebut.
Pada menit ke-63, Timothy Weah mengirimkan bola berbahaya ke dalam kotak penalti Senegal. Upaya sapuan pemain bertahan lawan gagal sempurna dan bola jatuh tepat di kaki Balogun.
Tanpa ragu, penyerang tersebut melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di sudut kiri bawah gawang. Diaw tak mampu menjangkaunya dan Amerika Serikat kembali unggul 3-2.
Gol itu bukan hanya menjadi penentu kemenangan, tetapi juga memperlihatkan naluri predator yang sangat dibutuhkan Amerika Serikat di Piala Dunia nanti.
Duel Sengit Hingga Menit Terakhir
Meski kembali unggul, Amerika Serikat sebenarnya memiliki peluang untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat.
Weston McKennie nyaris menambah keunggulan ketika tembakannya membentur tiang gawang. Balogun juga hampir mencetak gol kedua, tetapi penyelamatan gemilang Diaw membuat Senegal tetap bertahan dalam pertandingan.
Di sisi lain, Senegal tidak menyerah begitu saja. Mereka terus menekan hingga masa injury time dan beberapa kali memaksa lini pertahanan Amerika Serikat bekerja keras.
Peluang terbaik datang menjelang akhir pertandingan ketika Bamba Dieng hampir mendapatkan kesempatan emas di depan gawang. Namun umpan yang mengarah kepadanya tidak sempurna sehingga peluang tersebut terbuang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 untuk kemenangan Amerika Serikat tetap bertahan.
Fakta Menarik dari Laga AS vs Senegal
Kemenangan ini terasa pantas bagi Amerika Serikat jika melihat statistik pertandingan. Tim tuan rumah mencatat expected goals (xG) sebesar 2,66, lebih tinggi dibandingkan Senegal yang menghasilkan xG 1,74.
Pertandingan juga menghasilkan dua gol yang dianulir untuk Amerika Serikat, sebuah bukti betapa agresifnya mereka dalam membangun serangan sepanjang laga.
Di sisi lain, Sadio Mane kembali menunjukkan statusnya sebagai pemain paling berpengaruh Senegal. Dua gol yang dicetaknya menjadi pengingat bahwa kualitas dan pengalaman sang kapten masih sangat penting bagi ambisi Senegal di Piala Dunia.
Sementara itu, debut Chris Brady menjadi salah satu catatan menarik. Meski sempat melakukan kesalahan dalam proses gol kedua Senegal, pengalaman menghadapi tekanan di level internasional akan menjadi modal berharga bagi penjaga gawang muda tersebut.
Pelajaran Berharga Jelang Piala Dunia 2026
Bagi Mauricio Pochettino, kemenangan ini memberikan banyak alasan untuk optimistis. Kombinasi Pulisic, Pepi, Dest, Weah, dan Balogun menunjukkan potensi lini serang yang mampu merepotkan siapa pun.
Namun, pertandingan ini juga mengungkap kelemahan yang masih harus dibenahi. Setelah melakukan pergantian besar-besaran, organisasi pertahanan Amerika Serikat sempat kehilangan stabilitas dan mudah ditekan lawan.
Sementara bagi Senegal, kekalahan ini bukanlah hasil yang harus diratapi berlebihan. Setelah tertinggal dua gol, mereka mampu bangkit dan membuat tuan rumah bekerja keras hingga menit terakhir.
Performa Habib Diarra, Nicolas Jackson, dan terutama Sadio Mane menjadi sinyal bahwa Senegal tetap layak diperhitungkan sebagai salah satu wakil Afrika yang berpotensi menciptakan kejutan besar di Piala Dunia 2026.
Sebelum turnamen dimulai, Amerika Serikat masih akan menghadapi Jerman dalam laga uji coba berikutnya, sedangkan Senegal dijadwalkan bertemu Arab Saudi. Jika pertandingan di Charlotte menjadi gambaran awal, maka kedua tim tampaknya siap menyambut tantangan besar yang menanti di panggung dunia.
(fotmob/ai/hm27)























