Saturday, October 3, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Binder Singh Sebut Indonesia Menang Fair atas Bangladesh, Ini Alasannya

Mistar.idSabtu, 3 Oktober 2026 pukul 17.40 WIB
binder_singh_sebut_indonesia_menang_fair_atas_bangladesh_ini_alasannya

Timnas Indonesia (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pengamat sepak bola nasional Binder Singh menilai kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung secara fair.

Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026). Hasil tersebut membawa skuad Garuda keluar sebagai juara Grup A dan memastikan tiket ke babak final.

Namun, kemenangan besar Indonesia sempat menimbulkan perdebatan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tambahan waktu babak kedua yang berubah dari dua menit menjadi tujuh menit.

Tambahan waktu tersebut ikut memberi kesempatan bagi Indonesia mencetak gol-gol pada penghujung pertandingan.

Binder Singh: Tambahan Waktu Sesuai Aturan

Binder Singh menilai perubahan waktu tambahan tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai bentuk keuntungan bagi Indonesia karena berstatus tuan rumah.

Menurutnya, keputusan wasit mengenai injury time memiliki dasar dalam Laws of the Game (LoTG) yang ditetapkan IFAB.

Dalam Law 7, wasit dapat memberikan tambahan waktu untuk mengganti waktu yang hilang selama pertandingan. Beberapa penyebabnya antara lain pergantian pemain, cedera, tindakan disipliner, selebrasi gol, hingga penundaan akibat pemeriksaan VAR.

“Kemenangan Indonesia merupakan kemenangan yang fair,” kata Binder dalam podcast BolaBungBinder.

Ia menjelaskan, wasit memiliki kewenangan untuk menambah waktu berdasarkan berbagai kejadian yang membuat pertandingan terhenti. Waktu tambahan yang telah ditentukan juga tidak dapat dikurangi apabila terjadi tambahan waktu hilang lainnya.

Banyak Insiden Terjadi di Babak Kedua

Menurut Binder, jalannya pertandingan Indonesia kontra Bangladesh pada babak kedua memang diwarnai sejumlah kejadian yang membuat permainan beberapa kali terhenti.

Wasit asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov, melakukan beberapa pemeriksaan VAR selama pertandingan. Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan sejumlah insiden, termasuk gol yang dianulir dan kejadian yang berpotensi menghasilkan kartu merah.

Situasi tersebut, menurut Binder, menjadi faktor yang perlu diperhitungkan ketika melihat tambahan waktu tujuh menit yang diberikan wasit.

Selain pemeriksaan VAR, waktu pertandingan juga dapat terhenti karena pemain mengalami cedera, terjadi perselisihan antarpemain, maupun ketika tim medis masuk ke lapangan.

Karena itu, ia menilai tambahan waktu tidak semestinya dilihat hanya dari dampaknya terhadap hasil akhir pertandingan.

Indonesia Juga Pernah Dirugikan Keputusan VAR

Binder juga menyoroti keputusan VAR yang justru merugikan Indonesia dalam pertandingan tersebut.

Salah satunya berkaitan dengan Thom Haye. Pemain Indonesia tersebut sempat menerima kartu kuning sebelum keputusan wasit berubah setelah dilakukan pemeriksaan VAR.

Bagi Binder, kejadian tersebut menunjukkan bahwa status sebagai tuan rumah tidak otomatis membuat seluruh keputusan pertandingan berpihak kepada Indonesia.

“Kita sebagai tuan rumah juga terkena kartu merah yang dialami Thom Haye yang sebelumnya diganjar kartu kuning, namun berubah setelah pengecekan ulang VAR. Artinya, Indonesia juga menjadi tuan rumah yang fair,” ujarnya.

Indonesia Juara Grup A

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh memastikan Indonesia mengakhiri fase Grup A sebagai pemuncak klasemen.

Pada saat yang sama, Malaysia mengalahkan Singapura 6-0. Hasil tersebut membuat persaingan di papan atas ditentukan oleh produktivitas gol.

Indonesia mencatat total 11 gol, sedangkan Malaysia mengoleksi 9 gol. Dengan keunggulan tersebut, Indonesia berhak menempati posisi pertama dan melaju ke final.

Binder menilai keputusan wasit dalam pertandingan sebaiknya dilihat secara menyeluruh, termasuk seluruh kejadian yang menyebabkan waktu permainan terhenti.

Menurutnya, pemeriksaan VAR dan berbagai insiden di lapangan membutuhkan waktu sehingga wasit memiliki dasar untuk menyesuaikan tambahan waktu.

Dengan demikian, polemik mengenai tambahan waktu tujuh menit pada laga Indonesia melawan Bangladesh tidak cukup dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa tuan rumah memperoleh perlakuan khusus.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN