Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Bhayangkara Hukum Dewa United 0-2! Sidibé Bersinar di Indomilk Arena

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 pukul 22.33 WIB
bhayangkara_hukum_dewa_united_02_sidib_bersinar_di_indomilk_arena

Ilustrasi, Bhayangkara Hukum Dewa United 0-2! Sidibé Bersinar di Indomilk Arena. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Dewa United FC harus mengakui keunggulan tamunya, Bhayangkara Presisi Indonesia FC, setelah tumbang 0-2 pada pekan ke-24 Liga 1 Indonesia di Indomilk Arena, Minggu (1/3/2026) malam. Moussa Sidibé menjadi aktor utama kemenangan The Guardians lewat satu gol dan satu assist yang mematikan.

Kekalahan ini sekaligus menghentikan tren positif Dewa United yang sebelumnya tampil cukup konsisten dalam beberapa laga terakhir.

Penalti Ubah Arah Laga

Pertandingan berjalan dengan tempo sedang di babak pertama. Kedua tim sama-sama mengusung formasi 4-2-3-1 dan bermain hati-hati, terutama di sektor tengah.

Momentum krusial hadir pada menit ke-44. Bhayangkara mendapatkan hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Sidibé yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan Sonny Stevens. Gol di menit akhir babak pertama itu menjadi pukulan telak bagi tuan rumah.

Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.

Kombinasi Sidibé–Doumbia Mematikan

Memasuki babak kedua, pelatih Jan Olde Riekerink merespons cepat dengan memasukkan Rafael Struick dan Noah Sadaoui. Intensitas serangan Dewa United meningkat, namun justru kembali kebobolan.

Menit ke-59, serangan balik cepat Bhayangkara berbuah gol kedua. Sidibé mengirim umpan matang yang diselesaikan sempurna oleh Bernard Doumbia. Skor berubah 0-2 dan membuat tekanan berbalik ke kubu tuan rumah.

Dewa United mencoba bangkit lewat sejumlah pergantian, termasuk memasukkan Ricky Kambuaya dan Stefano Lilipaly. Namun pertahanan disiplin Bhayangkara yang dikomandoi Moisés dan Slavko Damjanovic tampil solid hingga peluit panjang berbunyi.

Efektivitas Jadi Pembeda

Secara permainan, Dewa United tidak sepenuhnya kalah. Mereka mencoba mengontrol bola dan membangun serangan dari lini tengah melalui Ivar Jenner dan Alexis Messidoro. Namun kurangnya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang tak berujung gol.

Sebaliknya, Bhayangkara tampil lebih efektif. Dua momen emas berhasil dikonversi menjadi dua gol. Selain itu, Aqil Savik tampil tenang di bawah mistar dan mencatatkan clean sheet penting dalam laga tandang ini.

Sidibé pun layak disebut sebagai pemain terbaik pertandingan. Kontribusinya bukan hanya dalam angka, tetapi juga dalam menentukan ritme dan momentum laga.

Dampak di Klasemen dan Agenda Berikutnya

Tambahan tiga poin menjadi suntikan moral bagi Bhayangkara dalam persaingan papan tengah Liga 1. Sementara bagi Dewa United, hasil ini menjadi peringatan serius jika ingin tetap menjaga asa bersaing di papan atas.

Pada laga berikutnya, Dewa United akan tampil di AFC Challenge League Final Stage menghadapi Manila Digger, sebelum kembali fokus ke kompetisi domestik. Adapun Bhayangkara bersiap menghadapi Arema pada pekan selanjutnya.

Kesimpulan: Klinis, disiplin, dan efektif — itulah gambaran performa Bhayangkara Presisi Indonesia FC di Indomilk Arena. Dewa United boleh saja menguasai momen, tetapi The Guardians memaksimalkan peluang dengan presisi tinggi.

Kemenangan 2-0 ini bukan sekadar tiga poin, melainkan pernyataan tegas bahwa Bhayangkara masih menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di Liga 1 musim ini.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN