Bangladesh Bertekad Tampil Maksimal, Indonesia Diminta Tetap Waspada

Pemain Indonesia dijaga ketat pemain Malaysia. (foto: Antara/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Timnas Indonesia perlu tetap mewaspadai Bangladesh yang bertekad tampil maksimal pada pertandingan terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026).
Indonesia membutuhkan kemenangan dengan selisih gol besar saat menghadapi Bangladesh. Tambahan gol menjadi penting bagi skuad Garuda untuk mengejar produktivitas Malaysia demi membuka peluang lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026.
Namun, upaya Indonesia mencetak banyak gol berpotensi mendapat perlawanan dari Bangladesh. Meski sudah dipastikan tersingkir dari turnamen, tim berjuluk Tigers of Bengal itu menegaskan tidak akan tampil tanpa perlawanan.
Pelatih Bangladesh, Thomas Dooley, mengatakan para pemainnya telah berkomitmen memberikan kemampuan terbaik demi negara, suporter, keluarga, dan federasi.
"Kami telah membicarakan betapa kami harus berjuang demi negara, penggemar, keluarga, dan federasi. Kami di sini bukan untuk berlibur, melainkan untuk bertarung melawan tim-tim yang peringkatnya jauh di atas kami," kata Dooley.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian dan kerja keras seluruh pemain selama pertandingan.
"Kami harus berani bertarung; kami tidak bisa bermain hanya dengan sepuluh, sembilan, atau delapan pemain di lapangan. Setiap orang harus memberikan segalanya," ujarnya.
Bangladesh sebelumnya menelan kekalahan 0-3 dari Malaysia pada pertandingan pertama. Pada laga berikutnya, mereka kalah tipis 0-1 dari Singapura. Bagi Dooley, hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan dalam permainan timnya.
Ia berharap peningkatan tersebut kembali terlihat ketika Bangladesh menghadapi Indonesia.
"Kami menghadapi tim yang bagus. Apakah mereka sebagus Bahrain atau tim-tim peringkat 100 besar? Belum tentu. Namun, mereka lebih baik daripada kami saat ini, dan kami masih bisa berkembang," kata Dooley.
Menurutnya, perkembangan sebuah tim dapat diperoleh dari proses mengevaluasi kesalahan maupun menemukan strategi yang mampu meningkatkan kepercayaan diri pemain.
Dooley juga meminta anak asuhnya tetap berani memainkan bola dan tidak terlalu mengandalkan umpan-umpan panjang ketika menghadapi Indonesia.
"Karena secara statistik, 90 persen umpan lambung jarak jauh akan hilang begitu saja. Anda kehilangan bola lalu terpaksa mengejarnya. Saya suka memainkan sepak bola, bukan mengejar bola," tuturnya.
Ia mencontohkan kondisi timnya ketika menghadapi Malaysia. Saat itu, para pemain Bangladesh rata-rata berlari sekitar 9.500 hingga 10.000 meter. Namun, sebagian besar jarak tersebut digunakan untuk mengejar bola.
"Saat melawan Malaysia, rata-rata pemain kami berlari sejauh 9.500 hingga 10.000 meter. Itu jarak yang sangat jauh. Namun, 8.000 meter di antaranya dihabiskan hanya untuk mengejar bola. Itu bukan permainan yang baik," ucap Dooley.







































