Babak Pertama Persebaya vs PSM: Gali Freitas Cetak Gol, Bajul Ijo Dominan di GBT

Ilustrasi, Babak Pertama Persebaya vs PSM: Gali Freitas Cetak Gol, Bajul Ijo Dominan di GBT. (foto:dokumen/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Laga pekan ke-23 Liga 1 Indonesia atau BRI Super League antara Persebaya Surabaya menghadapi PSM Makassar berlangsung panas di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam WIB.
Hingga turun minum, Persebaya unggul 1-0. Gol tunggal dicetak Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas pada menit ke-27—sebuah momen yang mengubah arah permainan sekaligus mempertegas dominasi Bajul Ijo di 45 menit pertama.
Gol Gali Freitas Lahir dari Tekanan Konsisten
Sejak kickoff pukul 20.30 WIB, Persebaya langsung tampil agresif. Pressing tinggi memaksa PSM lebih banyak bertahan dan kesulitan mengembangkan permainan dari lini tengah.
Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-27. Gali Freitas memaksimalkan peluang dari skema serangan terorganisir dan menuntaskannya menjadi gol pembuka. Stadion Gelora Bung Tomo pun bergemuruh menyambut keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut bukan hanya memberi keunggulan angka, tetapi juga suntikan moral. Setelah tertinggal, PSM tampak bermain lebih keras dan beberapa kali terlambat dalam duel.
Statistik Ungkap Dominasi Persebaya
Secara statistik, Persebaya tampil lebih meyakinkan sepanjang babak pertama.
Penguasaan bola mencapai 54 persen, berbanding 46 persen milik PSM. Dari sisi agresivitas, Persebaya melepaskan 12 tembakan, sedangkan PSM hanya dua kali mencoba peruntungan.
Meski demikian, efektivitas masih bisa ditingkatkan. Dari 12 percobaan tersebut, hanya dua yang mengarah tepat ke gawang. Sementara PSM mencatat satu tembakan tepat sasaran dari dua percobaan.
Dalam aspek disiplin, Persebaya bermain relatif bersih dengan hanya tiga pelanggaran dan satu kartu kuning untuk Francisco Rivera. Sebaliknya, PSM melakukan 10 pelanggaran dan menerima dua kartu kuning—masing-masing untuk Sávio Roberto pada menit ke-29 dan Dušan Lagator pada menit ke-36.
Menariknya, dua kartu kuning PSM lahir dalam rentang tujuh menit setelah kebobolan. Ini menjadi indikasi meningkatnya tensi dan tekanan mental yang dialami tim tamu.
Sorotan Unggulan Babak Pertama
Pertama, ketimpangan jumlah tembakan menjadi gambaran jelas dominasi tuan rumah. Rasio 12 banding 2 menunjukkan kontrol permainan berada di tangan Persebaya.
Kedua, PSM kesulitan membangun serangan. Minimnya kreativitas di lini tengah membuat alur distribusi bola Juku Eja kerap terputus sebelum memasuki area berbahaya.
Ketiga, meski unggul secara statistik, Persebaya masih perlu memperbaiki akurasi penyelesaian akhir. Banyak peluang tercipta, namun belum semuanya optimal.
Proyeksi Babak Kedua
Jika tren permainan ini berlanjut, Persebaya berpeluang menambah keunggulan, terutama bila mampu meningkatkan ketajaman di depan gawang. Sebaliknya, PSM wajib memperbaiki transisi menyerang dan menjaga disiplin agar tidak kehilangan pemain akibat akumulasi kartu.
Babak kedua diprediksi berlangsung lebih terbuka. PSM tentu akan keluar menyerang demi mengejar ketertinggalan, sementara Persebaya berpeluang memanfaatkan ruang lewat serangan balik cepat.
Akankah Bajul Ijo mengunci kemenangan di kandang, atau PSM mampu bangkit dan membalikkan keadaan? Semua jawabannya akan tersaji di 45 menit penentuan.
(flashscore/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















