Newsroom: Jelang Imlek 2577 Kongzili, Permintaan Kue Bakul di Medan Meningkat

Newsroom: Jelang Imlek 2577 Kongzili, Permintaan Kue Bakul di Medan Meningkat
Newsroom: Jelang Imlek 2577 Kongzili, Permintaan Kue Bakul di Medan Meningkat
Medan, MISTAR.ID
Kue bakul atau kue keranjang kembali menjadi primadona menjelang perayaan Imlek 2577 Kongzili. Kue khas masyarakat Tionghoa ini dikenal dengan nama nian gao dalam Bahasa Mandarin.
Meski disebut kue, teksturnya tidak lembut, tetapi lebih kenyal dan lengket, menyerupai dodol, dengan cita rasa manis yang khas.
Dua pekan jelang Imlek kali ini, permintaan kue bakul meningkat tajam, seperti terlihat di Toko Kue Phin Phin, Jalan Dewa Ruci, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (7/2/2026). Salah satu sentra produksi kue tradisional di Medan ini mampu memproduksi hingga 5.000 kue bakul setiap harinya.
Proses pembuatan kue bakul terbilang panjang dan membutuhkan ketelatenan. Tahap awal dimulai dari pengadukan tepung pulut dan gula selama kurang lebih 30 menit.
Selanjutnya, adonan dikukus selama 12 jam dengan cara ditumpuk di atas kompor besar. Setelah itu, gelembung udara pada adonan dihilangkan melalui proses pengadukan ulang saat adonan masih panas. Jika adonan sudah dingin, gula akan mengeras dan menjadi sulit diaduk.
Tahap akhir dilakukan dengan pengukusan kembali selama 4 jam untuk mematangkan adonan.
Pemilik Toko Kue Phin Phin, Jhony Halim, mengatakan, kue bakul sebaiknya disimpan pada suhu ruangan agar dapat bertahan hingga 2 bulan.
Harga kue bakul dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp90.000, tergantung ukuran. Penjualannya tidak hanya melayani konsumen di Medan, tetapi juga ke sejumlah kota lain seperti Bali, Surabaya, dan Jakarta.(hm21).
BERITA TERPOPULER





















