Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Warga Bener Meriah Jalan Kaki Lebih 10 Km ke Aceh Utara Demi Sembako

Mistar.idSabtu, 13 Desember 2025 pukul 08.53 WIB
warga_bener_meriah_jalan_kaki_lebih_10_km_ke_aceh_utara_demi_sembako_

Warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah yang mencari bahan pokok dengan jalan kaki ke Aceh Utara perlu petugas medis di perbatasan daerah tersebut. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Banda Aceh, MISTAR.ID

Warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa berjalan kaki menuju Kabupaten Aceh Utara untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok. Kondisi ini terjadi akibat terputusnya akses jalan utama imbas banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.

Satu-satunya jalur yang dapat dilalui saat ini adalah melalui Desa Kem, Kecamatan Permata, Bener Meriah. Namun, jalur tersebut hanya bisa dilewati pejalan kaki dengan medan yang berat dan berlumpur.

Ketua Posko Rakyat Bener Meriah, Mahlizar, menyebut arus warga yang melintas di jalur tersebut terus meningkat. Mereka harus menempuh jarak lebih dari 10 kilometer dengan kondisi jalan setapak yang licin dan berlumpur.

“Lalu lintas pejalan kaki sudah sangat padat, seperti pasar. Banyak warga kelelahan bahkan jatuh sakit karena medan yang sangat berat, lumpur bisa sampai setinggi lutut,” ujar Mahlizar, Jumat (12/12/2025).

Ia menegaskan perlunya kehadiran tenaga kesehatan di jalur perlintasan tersebut. Menurutnya, banyak warga membutuhkan penanganan medis akibat kelelahan selama perjalanan.

“Kami berharap ada posko kesehatan di lokasi perbatasan. Jarak tempuh yang jauh dan kondisi jalan membuat warga rentan kelelahan dan sakit,” katanya.

Hingga Kamis (11/12/2025), jalur yang sempat tertimbun longsor memang telah dibuka, namun kondisi jalan baru masih berlumpur dan belum memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Warga masih harus menunggu perbaikan akses selesai.

“Meski sangat melelahkan, warga tetap berjuang menembus keterisolasian demi memenuhi kebutuhan pangan dan energi pascabencana,” ucap Mahlizar.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membenarkan banyak warga memilih berjalan kaki ke Aceh Utara untuk memperoleh BBM dan bahan pokok. Bahkan, pemerintah daerah terpaksa memanfaatkan jasa kuli panggul untuk mengangkut BBM dari Aceh Utara.

Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan kuli panggul tersebut membawa jeriken BBM dengan berjalan kaki sejauh 10 kilometer.

“Benar, kami menggunakan jasa kuli panggul karena pasokan BBM melalui udara belum terealisasi,” ujar Ilham.

Ia menyebut upah yang diberikan sebesar Rp200 ribu per jeriken berisi 25 liter. Langkah ini dilakukan agar alat berat tetap dapat beroperasi membuka akses jalan yang tertutup material banjir dan longsor. Bener Meriah sendiri telah mengalami kekosongan pasokan BBM selama dua pekan terakhir. (hm24)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN