Tuesday, April 1, 2025
home_banner_first
NASIONAL

Tertangkap Kamera Pembukaan Lahan di Kawasan Gunung Tangkuban Parahu

journalist-avatar-top
Sabtu, 29 Maret 2025 09.20
tertangkap_kamera_pembukaan_lahan_di_kawasan_gunung_tangkuban_parahu

Foto pembukaan lahan di kawasan Gunung Tangkupan Parahu. (f: ist/mistar)

news_banner

Bandung Barat, MISTAR.ID

Sebuah foto udara menunjukkan pembukaan lahan di area kebun teh di kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Foto ini diambil oleh Deni Sugandi, seorang fotografer dan pegiat wisata bumi menggunakan drone.

Dalam foto tersebut, hamparan hijau vegetasi di kawasan Gunung Tangkuban Parahu tampak dinodai oleh warna coklat dari tanah yang baru dibuka. Deni mengambil gambar ini saat melakukan kegiatan geourban bersama rekan-rekannya dari Asosiasi Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) pada 23 Maret 2025.

"Foto itu saya ambil saat melaksanakan kegiatan geourban via trek 11 Sukawana menuju Kawah Upas Gunung Tangkuban Parahu. Di perjalanan, saya menerbangkan drone untuk melihat bentang alam di jalur yang saya lewati," kata Deni Sugandi, dilansir dari Kompas, Sabtu (29/3/2025).

Dari ketinggian, drone menangkap perubahan signifikan kondisi alam di area tersebut.

"Karena drone tidak bisa mencapai lokasi sepenuhnya, saya menggunakan zoom untuk mengambil gambar," tambahnya.

Pembukaan lahan ini diketahui berada di area Perkebunan Teh Sukawana milik PTPN VIII. Tanaman yang ditebang tidak hanya tanaman keras, tetapi juga pohon teh yang berfungsi sebagai penahan lereng.

"Kami sangat menyayangkan adanya aktivitas pembukaan lahan ini karena jelas-jelas merusak vegetasi hijau di sekitar Gunung Tangkuban Parahu. Lokasi ini juga merupakan salah satu akses pendakian ke Gunung Tangkuban Parahu," ujar Deni.

Sementara itu, Camat Parongpong, Herman Permadi, mengaku tidak mengetahui siapa pemilik lahan tersebut dan untuk apa lahan itu dibuka.

"Kalau aktivitasnya memang ada, lokasinya masuk wilayah Parongpong. Tapi soal peruntukannya dan siapa pemiliknya, kami tidak tahu karena tidak dilibatkan," kata Herman.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi dari pihak terkait mengenai pembukaan lahan di kawasan tersebut. (kompas/hm20)

REPORTER:

RELATED ARTICLES