Rusdi Masse Mappasessu Mundur dari DPR RI: Profil, Alasan, dan Respons NasDem

Ilustrasi, Rusdi Masse Mappasessu Mundur dari DPR RI. (foto:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Keputusan Rusdi Masse Mappasessu (RMS) mengundurkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menjadi salah satu peristiwa politik paling menyita perhatian awal 2026. Kejutan ini tak hanya berdampak pada peta legislatif, tetapi juga memicu spekulasi tentang langkah politik selanjutnya sang politisi asal Sulawesi Selatan.
Siapa Rusdi Masse Mappasessu?
Rusdi Masse Mappasessu, yang akrab disapa RMS, bukanlah nama baru di kancah politik nasional. Ia telah aktif sebagai anggota DPR RI sejak 2019, mewakili Partai NasDem dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Sepanjang kariernya, RMS dikenal sebagai salah satu tokoh yang memegang peran penting dalam fraksinya.
Puncak keterlibatannya di parlemen terjadi pada 4 September 2025, ketika ia ditetapkan menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menggantikan posisi yang ditinggalkan Ahmad Sahroni. Penetapan ini dilakukan melalui rapat resmi dengan pimpinan DPR di Senayan.
Sebelum menjabat di Komisi III, RMS merupakan anggota Komisi IV DPR RI dan juga pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan — menunjukkan rekam jejak politik yang kuat di tingkat nasional dan daerah.
Alasan di Balik Pengunduran Diri
Pengunduran diri Rusdi Masse menjadi anggota DPR dan kader Partai NasDem dikonfirmasi oleh Bendahara Umum NasDem, Ahmad Sahroni. Sahroni menyatakan bahwa RMS telah mengajukan surat pengunduran diri sejak awal Januari 2026, yang kemudian diterima oleh struktur pusat partai.
Tak hanya berhenti sebagai anggota DPR, keputusan itu juga mencakup pengunduran diri dari keanggotaan Partai NasDem secara bersamaan. Dampaknya, otomatis posisi RMS sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR juga berakhir.
Hingga saat ini, Rusdi Masse sendiri belum memberikan pernyataan publik yang merinci alasan internal atau pertimbangan spesifik di balik langkah tersebut, meski surat pengunduran diri telah diproses.
Respons Partai NasDem
Partai NasDem telah memastikan surat pengunduran diri Rusdi Masse telah diterima oleh Ketua Umum partai, Surya Paloh. Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Selatan, Syaharuddin Alrif, menyatakan bahwa proses tersebut telah dibahas di tingkat pusat, meski Surya Paloh belum mengeluarkan pernyataan publik yang rinci tentang pandangan atau sikap resmi NasDem terhadap keputusan tersebut.
Sementara itu, Bendahara Umum NasDem menegaskan bahwa segala keputusan terkait pengunduran diri RMS — termasuk statusnya di DPR — ditentukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem.
Secara internal, NasDem belum mengeluarkan pernyataan politik terbuka yang bersifat tajam atau eksplisit mendukung maupun mengkritik langkah RMS. Partai tampak memilih jalur komunikasi internal terlebih dahulu sebelum melepaskan pernyataan media lebih luas.
Spekulasi dan Reaksi Politik Terkini
Meski alasan mundurnya belum dijelaskan sepenuhnya oleh Rusdi Masse, sejumlah spekulasi mulai bermunculan di kalangan pengamat dan media. Salah satu narasi yang banyak beredar adalah kemungkinan RMS bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terutama menjelang agenda besar Rakernas PSI pada akhir Januari 2026.
Bahkan, pihak PSI sendiri pernah menyatakan akan menerima Rusdi Masse dengan sambutan hangat jika keputusan itu terjadi, menggambarkan dinamika politik yang sedang berkembang pascapengunduran dirinya.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Rusdi Masse atau PSI mengenai kepindahan partai tersebut — sehingga semua masih berada pada ranah kemungkinan dan interpretasi politik awal.
Mengapa Ini Penting?
Langkah Rusdi Masse mundur dari DPR RI bukan sekadar pergantian kursi legislatif biasa. Keputusan ini memiliki sejumlah implikasi politik:
- Perubahan komposisi pimpinan Komisi III DPR, salah satu komisi strategis yang membidangi hukum, keamanan, dan HAM.
- Pergeseran kekuatan politik di internal Partai NasDem, khususnya di Sulawesi Selatan dan strateginya menjelang Pemilu 2029.
- Potensi dinamika baru di panggung politik nasional, jika spekulasi perpindahan partai benar terjadi.
Kesimpulan: Pengunduran diri Rusdi Masse Mappasessu dari DPR RI dan Partai NasDem menjadi berita besar yang masih menyisakan lebih banyak pertanyaan ketimbang jawaban. Dari profilnya yang kuat sebagai wakil rakyat dan pimpinan Komisi III DPR, hingga respons partai yang cenderung tertutup, kasus ini membuka ruang diskusi tentang arah politik figur ini di tahun-tahun mendatang.
Publik dan pengamat kini menunggu apakah langkah mundur ini akan menjadi tahap awal dari pergeseran politik yang lebih besar — atau sekadar fase baru dalam perjalanan panjang karier politik Rusdi Masse.
(berbagaisumber/ai/hm27)






















