Presiden Prabowo Klaim Penerima Manfaat MBG Sudah 55 Juta

MBG. (Foto: Indoraya News)
Jakarta, MISTAR.ID
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa hingga Senin (5/1/2026), pemerintah telah menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada kurang lebih 55 juta penerima manfaat. Ia menilai capaian tersebut terbilang pesat jika dibandingkan dengan negara lain yang menjalankan kebijakan serupa, salah satunya Brasil.
Prabowo menjelaskan, Indonesia mampu menjangkau puluhan juta penerima hanya dalam waktu satu tahun. Sementara di Brasil, program makan gratis baru menyentuh sekitar 40 juta orang setelah dilaksanakan selama 11 tahun.
"Hari ini sudah ada 55 juta penerima manfaat (MBG) di Indonesia, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta mulut. Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta (penerima) dalam 11 tahun, kita 55 juta dalam satu tahun," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Kota Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).
Lebih lanjut, ia memaparkan latar belakang lahirnya kebijakan tersebut. Prabowo menuturkan bahwa gagasan program MBG muncul dari keprihatinannya ketika melihat anak-anak di wilayah pedesaan yang usianya mendekati remaja, tetapi kondisi tubuh mereka tidak sesuai dengan umur akibat kurangnya asupan gizi.
Baca Juga: Menu MBG di SMPN 5 Stabat: Tiga Butir Telur Mentah dan Satu Kotak Susu Indomilk, Wali Murid Heran
Berdasarkan pengalaman itu, Prabowo kemudian melakukan berbagai kajian dan mempelajari kebijakan pemenuhan gizi di sejumlah negara. Salah satu negara yang dijadikan referensi adalah India, yang menempatkan program makan bergizi bagi kelompok rentan sebagai prioritas dalam anggaran negara.
"Saya keliling dunia, saya belajar. Saya lihat bagaimana India membantu rakyat miskinnya dengan makan bergizi gratis," lanjutnya.
Saat ini, kebijakan tersebut telah direalisasikan secara luas di Indonesia. Bahkan, menurut Prabowo, program MBG juga mendapatkan perhatian dan apresiasi dari komunitas internasional.
Ia menyampaikan bahwa para pakar dari Rockefeller Institute pernah menilai MBG sebagai salah satu bentuk investasi pemerintah yang paling efektif. Penilaian itu didasarkan pada perhitungan bahwa setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program MBG mampu memberikan dampak ekonomi berlipat, yakni sekitar 5 hingga 35 kali.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukanlah mengejar keuntungan ekonomi. Baginya, yang terpenting adalah memastikan generasi muda Indonesia memperoleh gizi yang cukup dan layak.
"Saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh rasa tidak sampai hati melihat anak-anak Indonesia kekurangan gizi," tuturnya. (hm20)
BERITA TERPOPULER





















