Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Penampakan Gunung Slamet Gundul Viral di Medsos, Begini Respons Dinas ESDM Jateng

Mistar.idRabu, 10 Desember 2025 16.53
journalist-avatar-top
penampakan_gunung_slamet_gundul_viral_di_medsos_begini_respons_dinas_esdm_jateng

Tangkapan layar titik gundul di lereng Gunung Slamet di Google Earth. (foto: dok Google Earth)

news_banner

Banyumas, MISTAR.ID

Beredar foto titik di lereng Gunung Slamet yang gundul diduga karena aktivitas tambang ilegal. Foto viral itu memperlihatkan gurat cokelat menyerupai jalan di tengah hamparan hijau pegunungan.

Terkait hal itu, Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Selatan, Mahendra Dwi Atmoko, memberikan penjelasannya.

Mahendra membantah gurat kecoklatan itu karena aktivitas tambang. Ia menyebut, itu bekas pembukaan akses jalan proyek panas bumi pada 2018 dan kini sudah kembali menghijau.

"Itu sebenarnya gambar tahun 2018. Waktu itu pembukaan akses jalan proyek panas bumi. Sekarang sudah hijau lagi, sudah jadi rumput lah bahasanya. Kalau dibilang tambang, salah besar itu," ujarnya dikutip, Rabu (10/12/2025).

Ia menjelaskan isu tersebut muncul karena di Banyumas sedang ramai aktivitas tambang galian C di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang.

"Yang viral itu yang Gandatapa. Kadang-kadang gambar panas bumi yang cokelat-cokelat itu disandingkan dengan tambang di Desa Gandatapa. Padahal itu dua hal berbeda," tuturnya.

Ia mengakui meski tambang Gandatapa itu berizin namun teknik penambangannya yang dinilai tidak aman bagi pekerja karena rawan longsor.

"Kita temukan teknik penambangannya tidak baik. Bukan mengancam masyarakat, tapi pekerjanya. Nanti akan kita beri teguran agar ditata lagi. Mengancam keselamatan pekerja karena lerengnya terlalu tinggi dan terjal. Jadi nanti kalau lereng di atasnya runtuh, pekerja di bawahnya bisa terkena dampaknya," katanya.

Ia pun memastikan, aktivitas tambang di Banyumas berskala kecil dan tidak akan menyebabkan bencana seperti di Sumatera.

"Luas izin tambang paling 5 hektare, bukaan aktif baru sekitar 2 hektare. Untuk sampai menyebabkan longsor seperti di Sumatera itu masih jauh," ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN