24.9 C
New York
Monday, June 17, 2024

Menkeu Yakin Indonesia Tangguh Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah

Jakarta, MISTAR.ID

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan Indonesia tangguh menghadapi dampak konflik Timur Tengah setelah terjadi serangan antara Iran dan Israel

Guna memastikan kemampuan ekonomi, pemerintah akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan tetap mencari solusi menstabilkan pertumbuhan ekonomi mikro.

Ia mengakui beberapa hari terakhir nilai tukar rupiah telah tembus Rp16 ribu per dolar AS. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi. Menurutnya, perang telah berimbas terhadap ekspor.

Baca juga: Khawatir Konflik Iran-Israel Memburuk, Jokowi dan Sejumlah Menteri Rapat Terbatas

Mengenai ekspor, kata Sri Mulyani, penerimaan akan jauh lebih baik dengan nilai tukar dolar yang menguat. Sedangkan untuk impor, maka konversi harga dolar terhadap rupiah akan lebih tinggi.

“Dan ini bisa berdampak pada inflasi di Indonesia,” kata Sri Mulyani pada Sabtu (20/4/24).

Sri Mulyani mengatakan bahwa dalam situasi sekarang ini pemerintah terus berupaya mengantisipasi dan waspada terhadap perkembangan tersebut. Ia pun mengaku yakin bahwa Indonesia tetap mampu menghadapinya.

Sejauh ini, kata Sri Mulyani, stabilitas ekonomi makro senantiasa masih terjaga, baik dari sisi moneter maupun fiskal. Pernyataan itu disampaikan seiring dengan hasil berkoordinasi bersama Bank Indonesia.

Baca juga: Meski Iran-Israel Berkonflik, Harga BBM di Indonesia Tak Naik

Dalam koordinasi itu, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia terus beradaptasi menghadapi tekanan, dengan memastikan bahwa APBN berperan

“Koordinasi dengan Bank Indonesia terus dilakukan untuk beradaptasi dengan tekanan yang ada dengan memastikan APBN berperan pengaman ekonomi yang efektif dan kredibel.

Sri Mulyani menyebut Indonesia masih percaya diri dan optimis memiliki kemampuan ekonomi yang bagus dalam menghadapi situasi geopolitik di Timur Tengah.

Di tengah kondisi suku bunga dan inflasi global yang tinggi, Sri Mulyani yakin ekonomi Indonesia bakal tetap terjaga sesuai target. Hal itu didukung oleh sisi ekspor yang kuat dan neraca perdagangan yang surplus. (mtr/hm17)

Related Articles

Latest Articles