Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gunung Anak Krakatau Erupsi Tiga Kali Hari Ini, Status Siaga

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 16.24 WIB
gunung_anak_krakatau_erupsi_tiga_kali_hari_ini_status_siaga

Gunung Anak Krakatau (foto: Kementerian ESDM via Antara)

Jakarta, MISTAR.ID - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Imbauan ini dikeluarkan menyusul aktivitas vulkanik yang meningkat dan tiga kali erupsi pada Selasa (20/10/2026).

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih perlu diwaspadai. Saat ini, gunung api yang berada di perairan antara Lampung dan Banten tersebut berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.27 WIB dengan amplitudo maksimum 67 milimeter dan durasi 3 menit 53 detik. Letusan kedua tercatat pada pukul 06.40 WIB dengan amplitudo maksimum 49 milimeter.

Aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 12.28 WIB. Letusan ketiga memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi sekitar 28 detik.

Petugas tidak dapat mengamati tinggi kolom abu dari rangkaian erupsi tersebut secara visual. Pengamatan terkendala sebaran abu yang menutupi pandangan serta perangkat CCTV di lokasi yang sempat tidak aktif.

Badan Geologi pun meminta masyarakat mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk zona berbahaya. Selain radius lima kilometer dari pusat erupsi, pembatasan juga berlaku di sektor barat laut dan tenggara gunung api.

Lana secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area kemunculan pulau baru di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau. Aktivitas di wilayah tersebut dibatasi dalam radius satu kilometer.

"Warga dilarang keras memasuki wilayah dalam radius satu kilometer dari kemunculan pulau baru di sekitar kawasan tersebut," kata Lana.

Badan Geologi turut mengingatkan potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di sekitar gunung api, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder. Erupsi sekunder dapat terjadi ketika lava bersuhu tinggi bersentuhan dengan air laut atau air hujan.

Di tengah peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang. Warga juga diimbau tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas gunung api, masyarakat dapat menghubungi pusat layanan informasi Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau di Pasauran, Banten. (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN