Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Fadli Zon Sebut Marsinah Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional, Prabowo Dukung Penuh Kaum Buruh

Mistar.idRabu, 5 November 2025 21.28
journalist-avatar-top
fadli_zon_sebut_marsinah_penuhi_syarat_jadi_pahlawan_nasional_prabowo_dukung_penuh_kaum_buruh

Bingkai foto Marsinah (Foto: Tempo)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, menegaskan bahwa aktivis buruh legendaris Marsinah memenuhi seluruh syarat untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Fadli, nama Marsinah termasuk di antara 49 tokoh yang diusulkan Kementerian Sosial melalui kajian Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Banyak organisasi buruh serta pemerintah daerah yang turut mengusulkan nama aktivis buruh asal Nganjuk itu.

“Marsinah memenuhi syarat. Ia memperjuangkan hak-hak buruh dan kesejahteraan pekerja, perjuangannya menginspirasi,” kata Fadli Zon di Istana Kepresidenan, Rabu (5/11/2025).

Dari total 49 nama calon, Dewan Gelar menyeleksi menjadi 24 nama prioritas penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Namun, Fadli belum memastikan apakah nama Marsinah dan Soeharto termasuk dalam daftar prioritas tersebut.

Dukungan Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan dukungan penuh terhadap usulan agar Marsinah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional yang mewakili perjuangan kaum buruh.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas, 1 Mei 2025, Prabowo menegaskan pentingnya memberikan penghargaan kepada tokoh buruh perempuan yang gugur dalam memperjuangkan hak pekerja.

“Jika seluruh pimpinan buruh sepakat, saya akan mendukung Marsinah menjadi Pahlawan Nasional,” ujar Prabowo.

Kisah Hidup dan Perjuangan Marsinah

Marsinah lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969. Ia bekerja sebagai buruh di PT CPS Sidoarjo dan dikenal sebagai aktivis yang vokal memperjuangkan hak-hak pekerja, terutama terkait kenaikan upah dan kondisi kerja yang layak.

Tragisnya, pada 9 Mei 1993, Marsinah ditemukan tewas di hutan Dusun Jegong, Nganjuk setelah sebelumnya memimpin aksi protes buruh. Kasus pembunuhannya hingga kini menjadi salah satu pelanggaran HAM berat yang belum sepenuhnya terungkap.

Perjuangan Marsinah telah menjadi simbol keberanian perempuan Indonesia melawan ketidakadilan dan menuntut kesejahteraan buruh di tanah air. (hm17)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN