Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Banjir Meluas di Padang Pariaman, 3.076 Rumah Terendam dan Ribuan Warga Mengungsi

Mistar.idSelasa, 25 November 2025 14.25
JS
banjir_meluas_di_padang_pariaman_3076_rumah_terendam_dan_ribuan_warga_mengungsi

Banjir yang terjadi di Padang Pariaman. (foto:antara/mistar)

news_banner

Padang, MISTAR.ID

Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang satu minggu terakhir menyebabkan banjir meluas di Kabupaten Padang Pariaman sejak Minggu (22/11/2025) hingga Selasa (25/11/2025).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyebutkan sedikitnya 3.076 rumah terendam dengan ketinggian air antara 30 hingga 150 sentimeter.

Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menyampaikan banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.

“Total 9.228 jiwa terdampak, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan lansia,” ujar Ilham melalui laporan resmi, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, banjir terjadi hampir merata di sejumlah kecamatan di Padang Pariaman, antara lain Lubuk Alung, Batang Anai, Sintuk Toboh Gadang, Ulakan Tapakih, 2×11 Anam Lingkung, Lingkung, Nan Sabaris, hingga V Koto. Setidaknya 21 nagari turut tergenang, di antaranya Nagari Lubuk Alung, Kasang, Katapiang, Sicincin, Lubuak Pandan, Sunua Tengah, Pauah Kamba, hingga Campago.

Ilham menambahkan, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. “Lahan sawah seluas 138 hektare serta 26 hektare ladang dan kebun ikut terendam,” katanya.

Kelompok rentan yang terdampak terdiri atas 11 ibu hamil, 92 lanjut usia (lansia), 44 balita, dan 111 orang dewasa yang memerlukan perhatian khusus dalam penanganan darurat.

BPBD Padang Pariaman bersama pemerintah nagari terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan awal kepada warga. “Saat ini air di beberapa titik mulai surut, tetapi potensi hujan masih ada sehingga kami tetap siaga di lapangan,” jelas Ilham.

Petugas BPBD berjaga di nagari-nagari terdampak untuk memastikan proses evakuasi berjalan baik serta kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan,” tambah Ilham.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memperkirakan hujan masih akan mengguyur sebagian besar wilayah Sumbar.

Ratusan Warga Masih Mengungsi

Ratusan warga Kampung Gelapung, Kecamatan Ulakan Tapakih, hingga kini masih berada di pengungsian akibat banjir yang melanda sejak Minggu (23/11/2025). Intensitas hujan yang masih tinggi membuat warga di wilayah terparah memilih bertahan di tempat pengungsian.

Wali Nagari Kampung Gelapung, Ali Waldana, mengatakan pihaknya telah menyediakan empat lokasi pengungsian bagi warga terdampak. Namun, ia mengakui pihaknya masih kesulitan memenuhi kebutuhan logistik. “Yang paling dibutuhkan selimut, makanan, dan tenda,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Lebih dari 100 kepala keluarga (KK) tercatat berada di pengungsian, hampir seluruhnya merupakan warga yang berdomisili di nagari tersebut.

“Hampir seluruh wilayah terdampak banjir, namun yang paling parah berada di dua korong, yaitu Korong Rajang dan Korong Baruh,” tambahnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Padang Pariaman, Romer Makrius, menyampaikan bahwa beberapa titik pengungsian berada di dua wilayah, yakni Nagari Kampung Gelapung Ulakan dan Surantiah Kenagarian Lubuk Alung. “Ya, warga di Kampung Gelapung dan Surantiah masih mengungsi,” ujarnya.

Berdasarkan data resmi BPBD Sumbar pada Senin (24/11/2025), Padang Pariaman menjadi daerah paling terdampak akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar.

Selain ribuan rumah terendam, dua jembatan, satu bendungan, dan dua ruas jalan dilaporkan putus atau ambles. Tiga titik longsor menimbun badan jalan, serta terjadi kerusakan pada fasilitas pendidikan (SDN 10 Batang Gasan) dan talud banda. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN