Arahan Prabowo di Aceh Tamiang Fokus Pemulihan Pascabanjir

Prabowo kunjungi hunian Danantara di Aceh Tamiang (Foto: Detikcom/Eva Safitri)
Aceh, MISTAR.ID
Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto melakukan kunjungan dari Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026) pagi, untuk meninjau pembangunan hunian bagi korban banjir dan longsor di Aceh. Kunjungan tersebut disertai rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem.
Dalam rapat itu, Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani menyampaikan sebanyak 600 unit rumah hunian akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari mendatang. Selain rumah, fasilitas pendukung seperti taman bermain, jaringan Wi-Fi, musala, dapur umum sebanyak 14 unit, serta 120 unit toilet dan kamar mandi juga akan disediakan.
Dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (2/1/2026), Rosan menambahkan pemerintah menargetkan pembangunan 15 ribu unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 12 ribu unit akan dibangun di Aceh, 2.000 unit di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta 500 unit di Sumatera Barat.
Baca Juga: Tren Prabowo Rayakan Tahun Baru 2026: Membaur dengan Korban Banjir di Tapsel, Ajak Doa Bersama
Dalam rapat terbatas tersebut juga disepakati pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk menangani pendangkalan sungai dan muara di wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatra. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan Satgas Kuala akan terdiri dari tim pengerukan kuala dan pemanfaatan air kawasan muara, serta ditargetkan mulai beroperasi dalam dua pekan ke depan.
Presiden Prabowo kembali menegaskan alasan pemerintah tidak menetapkan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional. Menurutnya, negara masih mampu menangani bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut tanpa harus menetapkannya sebagai bencana nasional.
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah terbuka terhadap bantuan internasional selama dilakukan dengan mekanisme yang jelas dan akuntabel. Ia menekankan penanganan bencana menjadi prioritas serius pemerintah dengan dukungan anggaran yang besar.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi meminta pemerintah pusat membangun 42.727 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor di wilayahnya. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebanyak 37.888 rumah dilaporkan hilang dan 4.839 rumah rusak berat akibat bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyebut adanya ketertarikan pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur banjir hasil normalisasi sungai dan kuala di Aceh. Menurutnya, potensi tersebut dapat memberikan manfaat tambahan bagi daerah terdampak dan akan dikaji lebih lanjut oleh pemerintah. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Malam Tahun Baru Tembus Rp3,6 Miliar untuk Korban Bencana SumateraNEXT ARTICLE
Presiden Prabowo Resmikan UU KUHP Baru





















