Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 Ditemukan Meninggal

Mistar.idSenin, 26 Januari 2026 18.30
journalist-avatar-top
23_prajurit_marinir_tertimbun_longsor_di_cisarua_bandung_barat_4_ditemukan_meninggal

Sedikitnya sudah 25 jenazah korban longsor yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Tampak dalam foto, tim penyelamat mencari korban yang terkubur longsor di Desa Pasirlangu, Bandung, Jawa Barat, pada Senin 26 Januari 2026. (Foto: Timur Matahari/AFP)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Bencana tanah longsor melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dan menimbun puluhan korban, termasuk prajurit TNI Angkatan Laut dari satuan Marinir. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan, sebanyak 23 personel Marinir tertimbun material longsoran, dengan empat di antaranya telah ditemukan meninggal dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan KSAL Muhammad Ali usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

“Total ada 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Hingga saat ini, empat personel sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara korban lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Ali.

Proses Evakuasi Terkendala Cuaca dan Akses

KSAL menjelaskan, upaya pencarian dan evakuasi korban masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Kondisi cuaca yang belum stabil serta akses jalan yang sempit membuat alat berat belum dapat menjangkau lokasi longsor.

“Alat berat belum bisa masuk karena faktor cuaca dan medan yang sulit. Sebagai alternatif, pencarian dilakukan dengan dukungan drone, kamera thermal, serta anjing pelacak,” katanya.

Tim gabungan dari TNI, Basarnas, dan unsur terkait terus dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian korban yang masih tertimbun.

Prajurit Sedang Latihan Saat Longsor Terjadi

Muhammad Ali mengungkapkan, para prajurit Marinir berada di lokasi tersebut dalam rangka menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan tugas pengamanan wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini.

Ia menyebutkan, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari berturut-turut diduga menjadi pemicu terjadinya longsor.

“Lokasi latihan terkena hujan lebat selama dua hari. Kondisi itu diduga menyebabkan longsor yang juga berdampak pada pemukiman warga di sekitar lokasi,” jelasnya.

Basarnas: Area Longsor Sangat Luas

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan bahwa luasnya area terdampak longsor menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi.

Menurut Syafii, jarak antara mahkota longsor hingga ujung material longsoran mencapai sekitar 209 meter, sehingga pencarian harus dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

“Kondisi medan dan material longsor menjadi hambatan utama. Namun seluruh kekuatan dan peralatan yang tersedia terus kami optimalkan,” ujarnya.

29 Kantong Jenazah Diserahkan ke Tim DVI

Basarnas bersama tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi total 29 kantong jenazah korban longsor sejak operasi pencarian dimulai pada 24 Januari hingga 26 Januari 2026.

Seluruh jenazah tersebut telah diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.

“Tidak semua jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sehingga proses identifikasi sepenuhnya dilakukan oleh tim DVI,” kata Syafii.

Hingga kini, operasi pencarian korban longsor di Cisarua masih terus berlangsung. Pemerintah dan aparat terkait memastikan upaya maksimal akan dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN