Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor di Cisarua

Warga membersihkan puing bangunan saat mencari korban tanah longsor di Desa Pasirlanhu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: Antara Foto/Abdan Syakura)
Bandung Barat, MISTAR.ID
Tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu (25/1/2026) pagi. Proses pencarian sebelumnya dihentikan sementara pada Sabtu (24/1/2026) sore akibat kondisi cuaca dan medan yang belum memungkinkan.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, pencarian dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB dan dilanjurkan besok pukul 07.00 WIB, untuk melakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, Polri, TNI, hingga relawan.
“Pagi akan dilakukan apel dan briefing untuk pembagian tim, karena dari hasil asesmen sudah ditentukan titik-titik fokus pencarian,” kata Ade Dian, Sabtu (24/1/2026) malam.
Pada hari pertama pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi sejumlah korban. Hingga Sabtu sore, sembilan korban dilaporkan meninggal dunia dan saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Berdasarkan data awal, sebanyak 84 orang dilaporkan tertimbun material longsoran.
Ade Dian menjelaskan, penggunaan alat berat dalam proses pencarian masih menunggu kondisi lapangan yang aman. Material longsor berupa tanah bercampur air membuat medan menjadi sangat lunak dan berisiko bagi keselamatan petugas.
“Alat berat sudah disiapkan. Jika memungkinkan dan aman akan langsung diturunkan, namun jika belum memungkinkan pencarian dilakukan secara manual,” ujarnya.
Cuaca yang tidak menentu dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat serta kondisi material longsoran yang belum stabil menjadi hambatan utama dalam operasi pencarian.
Hasil asesmen menunjukkan ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai lima meter, menutup area selebar sekitar 100 meter, dengan jarak longsoran dari mahkota hingga titik akhir mencapai kurang lebih tiga kilometer.
Kepala Desa Pasirlangu melaporkan sebanyak 30 rumah terdampak dari total 34 kepala keluarga. Jumlah pengungsi diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang.
Untuk mendukung kelancaran operasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan modifikasi cuaca di wilayah terdampak guna menekan intensitas hujan.
“Pak Gubernur menyampaikan mulai hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan ini efektif sehingga proses pencarian bisa berjalan lebih lancar,” kata Ade Dian. (hm25)















