Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Siklon Tropis Luana: Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Melanda Indonesia Selatan

Mistar.idMinggu, 25 Januari 2026 pukul 01.50 WIB
siklon_tropis_luana_cuaca_ekstrem_dan_angin_kencang_melanda_indonesia_selatan

Ilustrasi, Siklon Tropis Luana: Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang Melanda Indonesia Selatan. (foto:bmkg/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Siklon Tropis Luana kembali menjadi sorotan setelah terbentuk di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat pada 21 Januari 2026. Dalam beberapa hari, sistem ini berkembang menjadi siklon tropis yang kuat, memicu cuaca ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi di wilayah selatan Indonesia.

Meski pusat siklon kini bergerak ke arah tenggara menuju Australia Barat, dampaknya masih terasa luas di Indonesia, terutama di wilayah Nusa Tenggara, Bali, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Fenomena ini menunjukkan bagaimana siklon tropis dapat memengaruhi cuaca jauh dari pusatnya, mengubah pola angin, tekanan, dan gelombang laut di perairan sekitar.

Posisi Terbaru dan Intensitas Luana

Menurut pengamatan BMKG dan lembaga internasional, posisi terkini Luana berada sekitar 17.3°S 122.9°E, bergerak ke tenggara dengan kecepatan 11 km/jam. Saat melintas pesisir Australia Barat, Luana sempat mencapai kategori 2 dengan kecepatan angin maksimum 95 km/jam.

Meskipun pusat siklon sudah jauh dari Indonesia, BMKG menegaskan bahwa gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Laut Arafuru bagian barat.

Wilayah yang Perlu Waspada

Beberapa wilayah yang terimbas langsung oleh cuaca ekstrem terkait Luana meliputi:

- Angin kencang: Perairan selatan Jawa Tengah (Cilacap–Purworejo), Yogyakarta, selatan Jawa Timur.

- Gelombang tinggi: Selat Bali, Selat Lombok, Laut Bali, Laut Sawu, dan Samudera Hindia selatan Bali hingga Kupang-Rote.

- Hujan ekstrem: Nusa Tenggara Timur, Laut Arafuru bagian barat, dan Laut Jawa bagian timur Masalembo.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk menghindari aktivitas di laut, mewaspadai hujan lebat, banjir, dan pohon tumbang, serta terus memantau informasi cuaca terbaru.

Fakta Menarik tentang Luana

1. Perkembangan Cepat: Luana terbentuk hanya dalam hitungan hari dari bibit siklon 91S, menunjukkan kondisi laut dan atmosfer yang sangat mendukung pertumbuhan siklon.

2. Dampak Global: Walau pusatnya kini di Australia, efeknya terasa hingga Pulau Jawa bagian selatan dan Nusa Tenggara karena pola angin yang berubah.

3. Fenomena Cuaca Tropis: Siklon seperti Luana sering menjadi indikator aktifnya sistem atmosfer besar, termasuk Madden-Julian Oscillation, yang memengaruhi pembentukan badai tropis di Samudra Hindia dan Pasifik tropis.

Kesimpulan: Siklon Tropis Luana membuktikan bahwa cuaca tropis di Samudera Hindia dapat memengaruhi wilayah luas Indonesia. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan ekstrem masih berpotensi terjadi di selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara, meskipun pusat siklon telah menjauh.

Masyarakat diminta tetap siaga dan mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG untuk meminimalkan risiko bencana.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN