Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
MEDAN

Warga Aceh Ungkap Krisis Logistik: Akses Terputus, Minyak dan Beras Habis Setelah Bencana

Mistar.idSelasa, 2 Desember 2025 15.24
journalist-avatar-top
AA
warga_aceh_ungkap_krisis_logistik_akses_terputus_minyak_dan_beras_habis_setelah_bencana

Warga Aceh yang terdampak banjir. (Foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kondisi darurat bencana di wilayah Aceh semakin memprihatinkan menyusul terputusnya akses dan habisnya persediaan logistik. Warga yang berhasil dievakuasi ke Medan dengan menumpang pesawat angkut bantuan memberikan kesaksian langsung mengenai kelangkaan pangan dan energi.

Warga Pidie Jaya, Rohani Usman (56), menceritakan bagaimana bencana yang terjadi sejak Selasa malam meruntuhkan banyak jembatan dan membuat akses transportasi terputus total.

“Banjir itu malam, tengah malam. Banyak rumah yang hanyut, korban juga banyak yang belum terdeteksi,” katanya, Selasa (2/12/2025).

Meskipun rumahnya tidak terendam, Rohani harus menumpang pesawat angkut bantuan TNI AU ke Medan untuk mencari akses pulang, karena tidak ada lagi penerbangan langsung ke Banda Aceh.

Ia menegaskan bahwa situasi di daerahnya kini berada pada kondisi krisis akibat kelangkaan kebutuhan dasar.

“Orang di situ sekarang sangat butuh bantuan. Di sana tidak ada minyak, BBM, gas, dan beras,” ucapnya.

Rohani juga menyebut adanya korban jiwa serta banyak rumah warga yang hanyut terbawa arus banjir.

Kesaksian serupa disampaikan Adit, warga Kabupaten Bener Meriah, yang menilai kondisi daerahnya dapat dikategorikan sangat parah. Logistik semakin menipis setelah bencana berlangsung hampir satu minggu.

“Keadaan Bener Meriah bisa dikategorikan parah. Logistik menipis, minyak tidak ada, kota sudah mulai padam. Toko-toko kelontong tutup semua karena kehabisan bahan baku,” ujar Adit.

Dampak akses darat terputus, Adit terpaksa mengantri di bandara selama dua hingga tiga hari demi mendapatkan tumpangan pesawat Hercules pembawa bantuan.

“Kalau jadi, kami mengantre di bandara, itu kalau ada pesawat Hercules, dan kalau kami diizinkan naik. Kalau tidak diizinkan, kami tidak bisa,” tuturnya, sembari berharap ada kabar terkait kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN